Berita  

Pemkot Surabaya Ajak Warga Dukung Sensus Ekonomi 2026, BPS Pastikan Data Bukan untuk Pajak

Sensus Ekonomi 2026 di Surabaya ini pada dasarnya adalah upaya “memotret ulang” struktur ekonomi kota secara menyeluruh, dan skalanya memang cukup besar karena mencakup sekitar 415 ribu unit usaha dari mikro sampai besar, termasuk ekonomi digital dan usaha rumahan.

Yang penting dari peran Pemkot Surabaya di sini adalah fungsi fasilitator data, bukan pelaksana teknis. Pemerintah kota, melalui Wali Kota Eri Cahyadi, mendorong partisipasi penuh masyarakat dan pelaku usaha karena kualitas kebijakan ekonomi ke depan sangat bergantung pada kualitas data yang dikumpulkan oleh BPS.

Pendekatan ini relevan dengan karakter Badan Pusat Statistik, yang memang hanya bisa menghasilkan data akurat jika responden memberikan informasi lengkap dan jujur. Karena itu, imbauan keterbukaan dari masyarakat menjadi kunci utama, bukan sekadar formalitas pendataan.

Menariknya, sensus ini tidak hanya menyasar perusahaan besar, tapi juga UMKM, usaha mikro, hingga rumah tangga yang memiliki aktivitas ekonomi, termasuk sektor ekonomi kreatif dan digital. Ini menunjukkan bahwa struktur ekonomi Surabaya sedang dipetakan secara lebih modern—tidak lagi hanya industri formal, tetapi juga ekonomi informal dan berbasis platform.

Dari sisi tata kelola, BPS juga menegaskan dua hal penting:

  1. Data yang dikumpulkan bersifat rahasia dan hanya dipakai untuk agregat kebijakan (bukan pajak)
  2. Fokus utama adalah perencanaan pembangunan, bukan penegakan fiskal

Ini penting untuk menjaga kepercayaan pelaku usaha agar tidak ragu memberikan data.

Dengan penurunan sekitar 1.900 petugas, sensus ini juga menunjukkan skala operasional yang besar dan cukup kompleks. Karena itu, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, petugas sensus, dan pelaku usaha.

Kalau dilihat dalam konteks kebijakan Surabaya secara keseluruhan yang kamu kirim sebelumnya (RBRA, Kemangi, hingga ruang publik anak), Sensus Ekonomi ini bisa dianggap sebagai fondasi “di belakang layar”:

  • RBRA membangun kualitas ruang hidup
  • Kemangi membangun kualitas sosial keluarga
  • Sensus Ekonomi membangun basis data ekonomi untuk arah kebijakan

Jadi ini semacam infrastruktur kebijakan yang tidak terlihat langsung, tapi menentukan arah pembangunan kota ke depan.

Kalau kamu mau, aku bisa gabungkan semua berita Surabaya ini jadi satu analisis besar: “model kota Surabaya 2026” dari sisi sosial, ekonomi, dan tata kelola datanya.

Leave a Reply