Berita  

Kandang Ayam di Semen Kediri Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Kediri ( cokronews.com )—– Kebakaran melanda kandang ayam milik Kamsuri, warga Dusun Gambiran, Desa Kedak, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, pada Kamis (7/5) dini hari. Diduga, api berasal dari korsleting listrik pada bagian atap bangunan.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.15 WIB. Saat kejadian, pemilik kandang sedang beristirahat dan baru mengetahui kebakaran setelah warga sekitar melaporkan adanya kobaran api di bagian atap kandang.

Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menjelaskan bahwa api cepat membesar karena material bangunan sebagian besar terbuat dari bambu.

“Api diduga berasal dari korsleting listrik di atap kandang, kemudian merambat cepat ke rangka bangunan yang berbahan bambu,” ujarnya.

Setelah mengetahui kandangnya terbakar, Kamsuri segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tim Damkar Kabupaten Kediri dari Pos Ngadiluwih langsung menuju lokasi dengan satu unit armada yang tiba sekitar pukul 05.35 WIB. Bantuan tambahan satu unit armada dari Pos Grogol juga diterjunkan untuk membantu proses pemadaman.

Sebanyak sembilan personel gabungan dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut. Proses pemadaman berlangsung kurang lebih dua jam karena api cukup sulit dikendalikan akibat material kandang yang mudah terbakar. Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 07.25 WIB.

“Penanganan dilakukan sesuai SOP dengan total dua unit armada. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini,” tambah Kaleb.

Akibat kebakaran tersebut, kerugian material ditaksir mencapai Rp50 juta. Meski demikian, petugas berhasil menyelamatkan aset di sekitar lokasi senilai kurang lebih Rp300 juta agar tidak ikut terbakar.

Setelah proses pemadaman selesai, kondisi lokasi dinyatakan aman dan kondusif. Kaleb juga mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik, terutama pada bangunan dengan kabel atau jaringan listrik yang sudah tua.

“Bangunan dengan instalasi lama harus rutin diperiksa. Jika sudah waktunya diganti, segera diperbarui agar tidak terjadi korsleting yang dapat berakibat fatal,” pungkasnya.