Batu ( cokronews.com )—– Upaya membangun generasi emas yang bersih dan berintegritas terus digalakkan di Kota Batu. Kali ini, Inspektorat Kota Batu menyasar para siswa sekolah dasar melalui kegiatan Sosialisasi Antikorupsi bertajuk “Pelajar Berintegritas, Prestasi Berkualitas” yang digelar di SDN Ngaglik 02, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh sekitar 100 siswa dari bangku kelas 4 dan 5. Fokus utama sosialisasi ini adalah memberikan pemahaman dasar mengenai perilaku antikorupsi, pentingnya menjaga kejujuran, serta cara mengimplementasikan nilai-nilai integritas dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.
Kepala SDN Ngaglik 02, Muhammad Mustain, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, pemahaman mengenai bahaya korupsi dan pentingnya integritas harus menjadi fondasi karakter anak sebelum mereka terjun ke masyarakat luas.
“Pendidikan antikorupsi tidak hanya untuk orang dewasa, namun untuk anak-anak juga. Karena itu, anak-anak harus memperhatikan betul-betul dan menyimak sungguh-sungguh materi yang diberikan,” ujar Mustain dalam sambutannya.
Hadir sebagai narasumber dari Penyuluh Antikorupsi (PAKSI) Kota Batu, Master Moch. Muslich H. Sodig, S.H., M.H. dan Master Andry Lauda, S.H., M.H. Keduanya membawakan materi yang biasanya dianggap berat menjadi ringan dan mudah dicerna oleh anak-anak.
Para siswa diajak mengenali istilah-istilah seperti korupsi dan gratifikasi melalui contoh sederhana. Puncaknya, narasumber memperkenalkan 9 Nilai Antikorupsi yang menjadi pedoman perilaku, yaitu Jujur (Misalnya: tidak menyontek saat ujian), Peduli, Mandiri, Disiplin (Misalnya: datang ke sekolah tepat waktu), Tanggung Jawab (Misalnya: menjaga barang pribadi), Kerja Keras, Sederhana, Berani (Misalnya: berani menolak ajakan berbuat curang), dan Adil.
Melalui kegiatan ini, Inspektorat Kota Batu berharap nilai-nilai yang disampaikan tidak hanya berhenti sebagai materi di dalam kelas. Harapannya, sikap jujur dan bertanggung jawab dapat bertransformasi menjadi kebiasaan (habit) yang tumbuh secara alami di lingkungan sekolah, keluarga, hingga masyarakat luas.
Dengan membekali siswa sejak dini, Kota Batu optimistis dapat mencetak calon pemimpin masa depan yang memiliki prestasi tinggi tanpa meninggalkan prinsip kejujuran.













