Cokronews KEDIRI – Minat baca masyarakat, khususnya generasi muda di Kota Kediri, masih menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah. Berdasarkan data terbaru tahun 2026, tingkat gemar membaca (TGM) kota ini berada di angka 55,97 dan menempatkannya di peringkat 34 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Kediri di bawah kepemimpinan Vinanda Prameswati mulai menyiapkan berbagai langkah strategis. Melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus), pemkot berupaya memperluas akses literasi dengan mendekatkan buku ke masyarakat.
Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah penambahan layanan perpustakaan keliling. Tak hanya itu, tiga unit mobil perpustakaan berbasis listrik resmi diluncurkan untuk menjangkau berbagai wilayah di kota. Kendaraan ini dirancang fleksibel dan dapat hadir di berbagai ruang publik seperti taman, sekolah, hingga kegiatan masyarakat. Selain menyediakan buku fisik, fasilitas ini juga dilengkapi akses internet agar warga bisa membaca buku digital.
Menurut Vinanda, kehadiran perpustakaan keliling ini diharapkan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas dan merata. Dengan konsep layanan bergerak, warga tidak lagi harus datang ke gedung perpustakaan untuk mendapatkan bahan bacaan.
Sementara itu, Kepala Disarpus Kota Kediri, Chevy Ning Suyudi, menegaskan bahwa pendekatan jemput bola menjadi kunci dalam meningkatkan minat baca. Pihaknya juga menargetkan sekolah-sekolah yang belum memiliki fasilitas perpustakaan agar tetap bisa mengakses buku.
Di sisi lain, pembenahan koleksi bacaan turut menjadi fokus. Tahun ini, pemkot menambah sekitar 600 judul buku anak dengan total 1.200 eksemplar. Penambahan ini dilakukan karena sebelumnya ketersediaan buku anak dinilai masih minim.
Selain buku anak, kebutuhan masyarakat terhadap bacaan praktis juga menjadi perhatian. Buku bertema keterampilan usaha rumahan dan kesehatan kini mulai diprioritaskan, mengingat tingginya minat masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, terhadap kedua topik tersebut.
Untuk mendukung kenyamanan, perpustakaan juga akan menghadirkan pojok baca khusus anak agar koleksi lebih tertata dan sesuai dengan kelompok usia pembaca.
Dengan tambahan armada perpustakaan keliling ramah lingkungan ini, layanan literasi diharapkan bisa menjangkau lebih banyak titik, mulai dari sekolah hingga area publik seperti car free day. Operasionalnya pun direncanakan berlangsung setiap hari agar akses membaca semakin mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.









