CokroNews KEDIRI – Iptu M. Adnan Kohar kini dipercaya menjadi Kanit Regident Satlantas Polres Kediri Kota. Sebelumnya, dia sempat bertugas di satreskrim. “Terus berlanjut beberapa tahun terakhir menjadi polisi lalu lintas. Tiga tahun di reskrim dan tiga tahun di lalu lintas,” ujar Adnan.
Setelah lulus dari akademi kepolisian (Akpol) pada 2020, Adnan pertama berdinas di Mabes Polri. Dia menjadi penyidik di Reskrim. Berdinas selama tiga tahun, Adnan dipindahtugaskan ke Jawa Timur.
“Tepatnya pada 2023 akhir bertugas di Polda Jawa Timur. Kemudian berlanjut di Satlantas Polres Malang sebagai Kanit (kepala unit, Red) Kamsel (keamanan dan keselamatan, Red),” jelasnya.
Menjadi Kanit Kamsel selama tujuh bulan, lelaki asal Lamongan itu kembali berpindah tugas ke Polres Probolinggo. Di sana, dia bertugas sebagai kepala unit regident (KRI).
Selama satu tahun berdinas, banyak pengalaman yang dia dapatkan. Termasuk bekalnya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai KRI di Satlantas Polres Kediri Kota. “Alhamdulillah kembali mendapat tugas baru di Satlantas Polres Kediri Kota sebagai Kanit Regident,” bebernya.
Mengingat tugas kepolisian yang selalu dinamis membuatnya harus kaya akan pengalaman dan pengetahuan. Utamanya kaitannya dengan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Baik reserse maupun lalu lintas ilmunya dinamis. Berkaitan langsung dengan masyarakat. Jadi perlu untuk dilakukan pendalaman dan terus mengupdate hal-hal baru,” tandasnya.
Menurutnya, bertugas di satuan mana saja tidak menjadi permasalahan utama baginya. Karena sejak kecil cita-citanya memang menjadi polisi. Dia melihat polisi sebagai sosok yang keren dan patut dikagumi. Terkhusus dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Termasuk ketika menjadi Kaposyan Alun-Alun Kota Kediri pada lebaran kemarin. Ini menjadi tantangan sekaligus pengalaman baru baginya. Baik suka maupun duka harus dijalani dengan penuh tanggung jawab.
“Terkait dengan pos pelayanan saya menjadi kepala karena penugasan. Diberi amanah sebagai kepala pos juga baru pertama kali ini. Sebelumnya belum pernah,” tandasnya.
Selama menjadi kepala posyan banyak hal baru yang dipelajari. Mulai dari pembagian tugas kerja tim hingga pantauan arus lalu lintas secara real time. Ya, diakuinya kerja sama tim ini sangat diperlukan. Itu mengingat banyak instansi yang turut dilibatkan didalamnya.
Dia pun tak menampik jika harus standby on call selama 24 jam. Itu mengingat semua keputusan bertumpu padanya. Sehingga mau tidak mau kapanpun dibutuhkan harus siap sedia.
Terlebih posyan tersebut berlokasi di pusat keramaian. Yaitu tepat di depan Masjid Agung Kota Kediri serta di samping Dhoho Plaza sebagai pusat perbelanjaan warga Kediri dan sekitarnya.
“Lokasinya ini sangat strategis. Dekat dengan pusat perbelanjaan Dhoho Plaza, Ramayana. Juga simpang empat mengarah ke Terminal Tamanan Kota Kediri,” paparnya menyebut alasan pos ini menjadi pos tersibuk.













