CokroNews KEDIRI – Usai libur Hari Raya Idul Fitri, ada yang berbeda dari penyaluran makan bergizi gratis (MBG). Khususnya yang menyasar kelompok rentan 3B atau ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Sejumlah relawan kader mulai mendistribusikan MBG selama 6 hari dalam seminggu. Termasuk saat hari libur nasional.
Seperti yang diakui Supartin, kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kelurahan Banjarmlati. Jumat lalu (3/4), dia dan sejumlah kader lainnya menyalurkan MBG ke sasaran 3B.
Hal serupa dibenarkan Pratiwi, kader TPK dari Kecamatan Mojoroto. Sebelumnya, pendistribusian hanya dilakukan dua kali seminggu. Dengan beberapa paket MBG yang dirapel dalam bentuk makanan kering.
Sebelumnya, pendistribusian MBG untuk kelompok 3B mendapat sorotan karena rapelan menu berupa makanan keringnya. Di beberapa kasus, makanan kering yang disalurkan justru merupakan makanan instan. Termasuk ultra processed food (UPF) yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi balita.
Dengan skema pendistribusian MBG yang menjadi setiap hari, makanan yang disalurkan pun tak ada lagi yang dirapel. Namun, problem baru muncul dari sisi kader yang merupakan relawan penyalur MBG.
Sekali penyaluran, Pratiwi membawa paket MBG untuk 83 balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Penyaluran di setiap RW itu dilaksanakan oleh tiga kader. Untuk menyalurkan kepada satu penerima, kader mendapat honor Rp 1.000.
Dengan pendistribusian MBG 2 kali dalam seminggu, kader mendapat honor Rp 1.000 per penerima dikali enam hari. Namun, skema yang berubah itu belum bersamaan dengan perubahan mekanisme honor.
“Dan kalau setiap hari, bingung bagi waktunya juga. Karena ada yang guru PAUD, TK, dan sebagainya,” sambungnya.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri Laila Isti mengatakan, saat ini ada 621 kader TPK yang aktif menjadi penyalur MBG untuk 3B. Terkait kepastian skema penyaluran MBG 3B yang berubah, pihaknya masih menunggu informasi dari koordinator wilayah SPPG.
Namun berdasarkan informasi dari kader yang didapat langsung dari masing-masing SPPG, sebagian besar tetap menyalurkan untuk 3B setiap hari. Termasuk saat hari libur nasional. Terkait tambahan insentif atau honor juga belum ada informasi resmi dari korwil SPPG.













