Stabilkan Harga Bahan Pokok, Pemkab Kediri dan Bank Jatim Hadirkan Solusi Lewat Bazar Murah

Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri mengapresiasi komitmen Bank Jatim dalam membantu menjaga stabilitas harga pangan melalui Program “Bazar Murah Ramadhan Kareem” yang digelar di Halaman Masjid Jami Imam Baidhowi, Desa Langenharjo, Kecamatan Plemahan, Selasa (3/3).

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa saat membuka kegiatan bazar tersebut.

Wakil Bupati yang akrab disapa Mbak Dewi ini menegaskan, bazar murah yang rutin digelar setiap tahun ini menjadi bukti sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kediri dengan Bank Jatim dalam mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri. Menurutnya, kegiatan ini semakin melengkapi program Pemkab Kediri yang juga menggelar pasar murah di 19 titik wilayah Kabupaten Kediri.

“Program bazar ini sangat membantu masyarakat, khususnya menjelang Lebaran ketika harga kebutuhan pokok cenderung naik. Dengan adanya bazar murah, masyarakat tetap bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau,” katanya.

Selain menjaga stabilitas harga, kegiatan tersebut juga menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM lokal. Pemerintah Kabupaten Kediri berharap bazar ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah.

Dalam kesempatan itu, Mbak Dewi juga menyampaikan pesan Bupati Kediri Mas Dhito supaya masyarakat berbelanja secara bijak selama bazar berlangsung pada 2–6 Maret 2026.

“Pesannya Mas bupati tidak perlu panik untuk belanja berlebihan, agar teman-teman saudaranya yang lain juga kebagian dan jangan lupa juga belanja untuk di UMKM kita. mari kita bekerjasama, gotong royong menggerakkan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kabupaten kediri,” ungkapnya. 

Sementara itu, Pemimpin Cabang Bank Jatim Pare, Fiki Effendy, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat sekaligus membantu pelaku usaha melalui paket tebus murah sembako seharga Rp50 ribu per paket.

Dalam bazar tersebut juga dilakukan sosialisasi transaksi non-tunai menggunakan QRIS bagi para pelaku UMKM binaan Bank Jatim. Tercatat sebanyak 20 tenant turut berpartisipasi dan seluruh transaksi telah menggunakan sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS.

“Semoga para pelaku UMKM di sini dan pengunjung sudah menggunakan aplikasi jconnect semua dan semua disini ada 20 tenant dan semuanya menggunakan transaksi QRIS non tunai,” ucapnya.