Kurang Tiga Bulan, Calon Jemaah Haji Kota Kediri Wajib Jaga Kesehatan! Ada yang Gagal Berangkat

Keberangkatan haji Kota Kediri masih 3 bulan lagi. Oleh karenanya, calon jemaah haji (CJH) harus menjaga kesehatan dan melaksanakan arahan dokter. Sesuai hasil pemeriksaan kesehatan.

Di proses itu, beberapa jemaah dinyatakan gagal berangkat karena tidak memenuhi syarat istitha’ah haji. Atau, dinyatakan tidak mampu secara kesehatan, baik fisik maupun mental.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Kediri Basyarudin mengatakan, ada 4 orang CJH yang tidak lolos syarat istitha’ah di musim haji tahun ini.

Namun menurutnya, dengan pendekatan dari kemenhaj, seluruhnya sudah menerima. “Karena ibadah haji ini kan panggilan. Nggak semua orang bisa. Kalau memang Allah belum berkehendak, ada saja jalannya. Tapi kalau Allah berkehendak, apapun rintangannya pasti lolos,” kata Basyar.

Alasannya karena kondisi kesehatan fisik dan mental yang tidak memungkinkan untuk mengikuti ibadah haji. Sehingga, CJH dianggap tidak bisa mandiri dan bergantung pada pendampingan orang lain.

Adapun untuk tahapan persiapan keberangkatan haji, Basyar mengatakan seluruh tahapan administrasi sudah selesai. Sementara untuk manasik haji, masih ada satu pertemuan lagi dari lima kali manasik yang digelar oleh Kemenhaj Kota Kediri. Selanjutnya, CJH juga tinggal menunggu jadwal vaksin dari Dinas Kesehatan Kota Kediri.

Terkait pemeriksaan kesehatan sebagai syarat haji, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kediri Hendik Suprianto mengatakan, tahun ini aspek pemeriksaan masih sama seperti tahun sebelumnya. Setelah melaksanakan pemeriksaan kesehatan, petugas akan menginputkan hasilnya di sistem untuk menentukan apakah CJH dinyatakan memenuhi istitha’ah.

“Pemeriksaan kesehatannya saat ini sudah selesai. Tinggal vaksinasi, dan kami nunggu vaksinnya dari provinsi,” ungkap Hendik sembari menyebut, vaksin wajib itu meliputi vaksin meningitis dan polio.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan kesehatan itu, CJH juga diminta untuk menjaga kesehatan jelang keberangkatan. Dari tahapan itu, beberapa CJH juga mendapatkan catatan kesehatan yang harus dipertimbangkan.

“Mungkin istitha’ah-nya dengan catatan pendampingan. Misalnya pendampingan obat rutin, atau dengan catatan olahraga rutin. Nah, ini yang harus diperhatikan jemaah. Ini tidak boleh diabaikan dalam selang waktu tiga bulan ini,” sambung Basyar lagi.

Seperti diberitakan, CJH Kota Kediri akan berangkat ke Arab Saudi pada 22 Mei mendatang. Sebanyak 283 CJH tahun ini akan masuk dalam kelompok terbang (kloter) 115 yang diberangkatkan dari Embarkasi Surabaya. Berbeda dari tahun 2025 lalu, tahun ini jemaah Kota Kediri akan berangkat di gelombang dua, di kloter kedua dari terakhir.