CokroNews KEDIRI – Cuaca ekstrem yang memicu berbagaibencana masih jadi ancaman warga Kediri Raya hingga awal April.
Badan Meteorologi, Klimatologi,& Geofisika (BMKG) memprediksi, intensitas hujan lebat disertai angin kencang masih terjadi hingga awal April 2026 ini.
Sejumlah wilayah di Jawa Timur, termasuk Kota dan KabupatenKediri, berpotensi jadi wilayah terdampak. Karenanya, risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung harus diantisipasi.
Apalagi, di akhir Maret ini mulaimemasuki masa peralihan dari musim hujan menuju kemarau. Lebih jauh Satria menyebut, potensi hujan sedang hingga lebat masihcukup tinggi. Hujan tersebut bisa saja disertai petir dan angin kencang.
Terkait cuaca ekstrem yang melanda Kediri Raya, menurut Satria dipicuoleh sejumlah faktor atmosfer. Mulai dari gangguan Gelombang Rossby dan Kelvin. Hingga dampak tidak langsung Siklon Tropis Narelle di SamuderaHindia.
Mulai dari gangguan Gelombang Rossby dan Kelvin. Hingga dampak tidak langsung Siklon Tropis Narelle di SamuderaHindia.
Kondisi tersebut, jelas Satria, diperkuat suhu muka laut yang hangat sertaatmosfer yang labil di wilayah Jawa Timur. Pola belokan angin dan konvergensi di wilayah Laut jawa itu, papar Satria, turut mendukung pertumbuhan awan konvektif
Terpisah, Kalaksa BPBD Kota Kediri Joko Arianto juga mengingatkanmasyarakat Kota Kediri untuk selalu waspada. Jika masyarakat telanjur berada di luar rumah saat hujan derasmengguyur Kota Kediri, mereka diminta untuk tidak berteduh di dekat pohonbesar dan papan reklame.
Sementara itu, terkait korban kerusakan akibat cuaca ekstrem pada Sabtu (28/3) malam lalu, Pemkot Kediri memastikan akan menanggung kerugian. Terutama untuk kerusakan rumah dan bangunan.
Ferry Djatmiko tentang satu rumah dan satu warung yang ambruk akibat bencana angin kencang. Wali Kota Vinanda Prameswati, kata Ferry, langsung menginstruksikanagar pemkot melakukan asesmen.
Pemkot, tutur Ferry, juga akan memvasilitasi prosesnya. Asesmen jadi dasar rencana perbaikan yang akan dilakukan.













