Polisi Masih Dalami Keterlibatan Orang Tua MAM, Ini Yang Dilakukan Pemkot!

CokroNews KEDIRI – Penetapan tersangka Sumilah, 64, nenek MAM, 4, balita yang dianiaya hingga meninggal tak membuat proses penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian berhenti. Mereka masih akan mendalami terkait ada tidaknya keterlibatan orang tua dalam melakukan penganiayaan kepada korban selama ini.

Hal itu diungkapkan oleh Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Achmad Elyasarif Martadinata. Dia menyebut jika penyidik masih terus melakukan pendalaman atas kasus ini.

“Untuk sementara alat bukti yang ada lebih mengarah pada S (Sumilah, Red). Ini masih dalam proses pengembangan (ayah tiri dan ibu kandung, Red),” ujar pria yang akrab disapa Sarif itu.

Meski belum ditetapkan menjadi tersangka, ayah tiri yang bernama Suwito dan ibu kandung korban Ria Novita Sari masih belum bisa dinyatakan bebas beraktivitas. Mengingat polisi masih membutuhkan keterangan-keteranganya dalam proses pengembangan ini.  

Ditanya terkait keberadaan orang tua korban saat ini, polisi masih enggan membeberkan secara detail. Apakah sudah bisa pulang atau masih di Mako Polres Kediri Kota.

Namun demikian dia memastikan jika nantinya apabila orang tua bisa pulang, maka belum diizinkan untuk tinggal satu rumah dengan dua anak perempuannya. “Untuk anaknya kami letakkan di safe house. Bagaimana selanjutnya masih perlu koordinasi,’ bebernya.

Proses pengembangan juga terus dilakukan kepada tersangka. Itu kaitannya dengan sejak kapan Sumilah melakukan kekerasan kepada korban MAM. Apakah ada gangguan kejiwaan yang dialami sehingga tega berbuat keji. “Ini masih kami dalami. Masih akan terus berlanjut (penyelidikan, Red). Juga akan melakukan pemeriksaan terkait kondisi kejiwaan dari nenek korban,” imbuhnya.

Di lain sisi, Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DP3AP2KB Kota Kediri Suwarsi menyebut akan memberikan trauma healing kepada anak-anak di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

“Besok Minggu (19/4) kami dari Unit PPA akan mengadakan kegiatan pendampingan trauma healing untuk anak-anak yang ada di sekitar TKP,” ujar Suwarsi.

Lebih lanjut dia menjelaskan, petugas sudah melakukan pendataan. Ada sejumlah 53 anak dibawah usia 18 tahun yang akan mengikuti kegiatan tersebut.

Dengan tujuan untuk mengembalikan keseimbangan emosi, pikiran, dan tubuh mereka setelah mengalami kejadian yang mengguncangkan.

“Kegiatan akan kami lakukan di masjid sekitar lokasi kejadian. Kami hadirkan psikolog yang bisa berinteraksi dengan mereka (anak-anak, Red) secara langsung,” tandasnya.

Selain itu, Unit PPA juga akan terus melakukan pendampingan kepada dua kakak korban yaitu Fit, 6 dan Fif, 5. “Untuk sementara kami hanya ingin menumbuhkan rasa aman kepada mereka (Fit, 6 dan Fif, 5, Red). Agar mereka tahu bahwa ada kami yang melindungi. Nanti beberapa Minggu kemudian jika sudah membaik kami akan coba bangun komunikasi. Untuk mengetahui apa yang sedang dirasakan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, MAM ditemukan tewas di rumahnya, di Lingkungan Baudendo, Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri pada Jumat (15/4) sore. Dia didapati telentang dengan kondisi baju dan badan basah. Di tubuhnya didapati berbagai luka memar.

Tak hanya memukuli MAM, Sumilah juga melakukan kekerasan kepada Fit dan Fif, dua kakak MAM. Kekerasan serupa diduga juga dilakukan oleh anggota keluarga lainnya. 

Leave a Reply