Pedagang Makanan di Kabupaten Kediri Siasati Kenaikan Harga Pangan

Kediri, (Cokronews.com) – Tingginya harga bahan pangan membuat para pedagang harus memutar otak. Pasalnya, bahan pangan yang harganya berfluktuasi cenderung naik. Di antaranya daging ayam, telur, bawang merah, bawang putih, dan cabai rawit.

Duwi Hartati, 14, anak pemilik warung makan, di Dusun Kweden, Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem mengaku, mengakali kenaikan harga pangan dengan menaikkan harga. Kenaikan itu mulai dari Rp 500 – Rp 1.000. “Terpaksa dinaikkan Mbak,” ujarnya yang saat itu membantu orang tuanya melayani pelanggan.

Duwi mengungkapkan, kenaikan Rp 1.000 hanya berlaku untuk lauk telur dadar. Sementara, menu lainnya mengalami kenaikan sebesar Rp 500. Tak hanya itu, untuk memasak penggunaan bumbu juga dikurangi. “Bumbunya itu ngirit,” ungkapnya.

BACA JUGA ; Perluas Jejaring Kemitraan Agribisnis, Pemkab Pasuruan Berangkatkan Peserta PENAS XVI Petani-Nelayan

Sedikit berbeda, Moel Dugel, pedagang ayam krispi di Kelurahan Kaliombo, Kecamatan Kota Kediri, memilih memperbanyak potongan daging ayamnya. Satu kilogram daging ayam, biasanya dijadikan 8 – 9 potong.
“Sekarang bisa jadi 10 – 11 potong,” bebernya.

Moel mengaku, cara tersebut digunakannya untuk merespons kenaikan harga ayam. Per ekornya, dia harus membeli sekitar Rp 24 – Rp 25 ribu. Padahal, biasanya Rp 20 ribu. Hal itulah yang mendorongnya memperbanyak potongan daging ayam. Tujuannya, agar keuntungan tidak berkurang.
Meski begitu, Moel berharap, harga kembali normal. Jika tidak, dia akan mempertimbangkan untuk menaikkan harga ayam gorengnya. “Kalau harganya terus-terusan segini mungkin harga jualan bisa naik,” tegas pria kelahiran Blitar itu.