Ponorogo (cokronews.com) —- Sektor pariwisata di Kabupaten Ponorogo mengalami geliat pertumbuhan yang signifikan seiring dengan berlangsungnya kemeriahan gelaran tahunan Grebeg Suro 2026. “Kami berhimpun di IPPO singkatan dari Industri Pariwisata Ponorogo untuk membangun sinergi antar pelaku usaha guna menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih terintegrasi,” kata Erfan, perwakilan dari IPPO, Jumat (12/6/2026). Momentum emas ini dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku industri pariwisata lokal untuk menyatukan visi dengan membentuk wadah kolaborasi baru bernama Industri Pariwisata Ponorogo (IPPO). Aliansi strategis yang bernaung di bawah Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo ini dibentuk untuk membangun ekosistem pariwisata yang lebih terintegrasi, kuat, dan berkelanjutan.
Sebagai langkah awal, IPPO kini telah merangkul 20 pelaku industri lintas sektor, mulai dari biro perjalanan wisata (tour and travel), pengelola destinasi, perhotelan, lini kuliner seperti rumah makan dan kafe, pusat oleh-oleh, hingga para pelaku ekonomi kreatif setempat. Kehadiran wadah bersama ini diyakini mampu memecah kebuntuan koordinasi yang selama ini terjadi, sekaligus menjadi mesin penggerak dalam memperluas jejaring bisnis, menggencarkan promosi destinasi terpadu, serta memperkokoh daya saing Ponorogo sebagai salah satu jujukan wisata unggulan di Jawa Timur.

Dampak instan dari penguatan sinergi ini langsung terlihat pada lonjakan angka kunjungan wisatawan selama gelaran Grebeg Suro 2026, yang tidak hanya memikat pelancong domestik namun juga sukses menembus pasar internasional. IPPO mencatat puluhan turis mancanegara dari berbagai belahan dunia turut hadir langsung demi menyaksikan perayaan Tahun Baru Hijriah tersebut, di antaranya belasan wisatawan asal Prancis, Jepang, Singapura, India, serta beberapa negara lainnya. Fenomena ini menjadi bukti autentik bahwa kekayaan adat, budaya, dan tradisi bumi reog memiliki daya pikat universal yang tinggi.
Guna memperpanjang durasi kunjungan wisatawan, seluruh anggota IPPO telah bersepakat untuk meluncurkan berbagai paket wisata terpadu yang saling mengoneksikan destinasi-destinasi andalan daerah. Selain mengandalkan paket utama Grebeg Suro, asosiasi ini juga menawarkan alternatif menarik seperti paket wisata sejarah, paket wisata religi, hingga program JecoTrip menuju keindahan Bukit Kuik di Desa Bedingin, Kecamatan Sambit. Tidak berhenti di situ, inovasi berbasis pengalaman baru kini mulai digarap dengan menyediakan paket wisata petualangan offroad demi menjangkau segmen pasar pecinta aktivitas luar ruang.
Menatap agenda ke depan, IPPO dalam waktu dekat berencana mengundang sejumlah biro perjalanan luar daerah untuk mengikuti agenda familiarization trip guna memamerkan langsung potensi keindahan alam dan produk kreatif Ponorogo yang layak jual. Melalui dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam menggenjot fasilitas penunjang, IPPO terus membuka pintu bagi para pengusaha lain untuk bergabung dan berkolaborasi. Akselerasi sektor pariwisata ini diharapkan tidak hanya mampu menyumbang PAD secara masif, tetapi yang paling utama adalah membawa efek domino ekonomi yang riil bagi kesejahteraan masyarakat luas.













