Jasa Mesin Tanam Padi Otomatis Laris Manis di Kediri, Musim Tanam Picu Lonjakan Permintaan

CokroNews KEDIRI – Memasuki musim tanam padi kedua di beberapa titik di Kabupaten Kediri, bukan hanya permintaan bibit padi yang melonjak. Namun juga pada teknologi pertanian baru. Yaitu jasa persewaan mesin tanam padi otomatis yang banyak dimanfaatkan petani Kediri beberapa tahun terakhir.

Yoga, salah seorang pemilik sekaligus pekerja usaha persewaan mesin tanam di Desa Maduretno, Kecamatan Papar membenarkan bahwa permintaan jasa meningkat beberapa minggu terakhir. Biasanya, jasa mesin tanam otomatis juga sepaket dengan penyediaan bibit padi dan tenaga kerja. 

“Sudah lengkap dari bibitnya, petani tinggal melanjutkan perawatan. Kalau ramai mesin dibatasi satu hari hanya 600-700 ru saja, agar mesin tak cepat rusak,” jelasnya.

Jasa persewaan ini biasanya melibatkan empat orang pekerja untuk mengoperasikan satu mesin. Biaya jasa tanam, termasuk pekerja, dibanderol rata-rata Rp 450 ribu per 100 ru luas lahan.

Hal serupa dirasakan Sukadi, petani lain asal Desa Maduretno yang juga mengelola dua mesin tanam. Kelompok usahanya telah ramai dipesan sejak beberapa minggu terakhir. 

Dia mengungkapkan, harga sewa mesin per hari adalah Rp 100 ribu. Keuntungan bersih yang didapat kelompoknya dalam satu musim tanam penuh diperkirakan bisa mencapai Rp 5-6 juta.

“Saat ini ramai-ramainya sewa mesin tanam. Pelanggan juga bukan hanya warga sini saja, tapi juga dari luar desa,” ungkapnya.

Meskipun harga satu unit mesin tanam otomatis terbilang mahal, yakni antara Rp 60 juta hingga Rp 80 juta namun penggunaan mesin dinilai lebih efisien dan cepat dibandingkan cara manual.

Menurut Sukadi, hasil tanam antara menggunakan mesin dan manual tidak terlalu berbeda. Karena kualitas panen sangat tergantung pada perawatan lanjutan yang dilakukan petani. Namun, dari segi waktu dan biaya tenaga kerja, mesin tanam otomatis lebih unggul untuk menekan biaya operasional. 

Leave a Reply