CokroNews KEDIRI – Ratusan desa di Kabupaten Kediri sudah mencairkan dana desa (DD) tahap I. Meski demikian, dengan anggaran yang terbatas pemerintah desa tetap kesulitan merealisasikan programnya.
Bahkan, alokasi bantuan langsung tunai (BLT) desa terpaksa dipangkas hingga separo. Seperti di Desa Grogol. Kades Grogol Suparyono mengatakan, pihaknya sudah bisa mencairkan DD tahap I.
Dengan alokasi total Rp 373 juta, di tahap awal dia bisa mencairkan Rp 224 juta atau sekitar 60 persen. “Sudah cair (DD) tapi ya tidak bisa berbuat banyak,” aku pria yang akrab disapa Yono itu.
Desa yang masuk kategori mandiri itu, tahun lalu mendapat alokasi DD Rp 1,4 miliar. Dengan merosotnya dana yang didapat, diakui Yono jika kondisi fiskal desa terdampak.
Dia mencontohkan untuk BLT desa yang dialokasikan Rp 300 ribu per bulan. Tahun 2025 silam mereka bisa menganggarkan Rp 75,6 juta.
Adapun tahun ini tinggal Rp 36 juta. “Tahun lalu bisa menyalurkan untuk 21 orang. Tahun ini tinggal 10 orang saja,” lanjutnya.
Melihat banyaknya warga kurang mampu di desa, Yono terpaksa memprioritaskan warga yang benar-benar membutuhkan. “Kami cari yang janda tua dan yang sakit,” paparnya.
Tak hanya berdampak pada program BLT saja. Cupetnya DD juga membuat pemdes harus mengurangi jumlah kader desa karena honor yang terbatas.
Baik kader juru pemantau jentik (jumantik), kader pembantu pembina keluarga berencana desa (PPKBD), dan kader tim pendamping keluarga (TPK).
Para kader desa itu, tutur Yono, dulunya juga bisa mendapat tambahan honor. Adapun tahun ini dipastikan tidak mendapat tambahan lagi.
Selebihnya, pemdes juga tidak bisa lagi merealisasikan proyek fisik. Kalaupun ada pekerjaan fisik, menurut Yono hanya untuk program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). “Anggarannya tidak ada. Fisik diperbolehkan sedikit untuk uruk KDMP,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Kediri Agus Cahyono melalui Kabid Bina Pemerintahan Desa Henry Rustriandy menyebut seluruh desa di Kabupaten Kediri sudah mencairkan DD tahap I.
Persentase pencairan menurutnya beragam. Desa kategori berkembang dan maju bisa mencairkan 40 persen alokasi di tahap I. Sedangkan desa mandiri bisa cair 60 persen.
Setelah pencairan tahap I, desa bisa bersiap melakukan pencairan tahap II. Melihat realisasi yang hingga akhir April ini dikebut, Henry memprediksi desa sudah bisa mencairkan tahap II mulai Juni nanti.
“Ini (April) masih menunggu sarat salur tahap II,” urainya. Untuk diketahui, dari total DD Rp 119,2 miliar tahun ini, Rp 58 miliar di antaranya sudah cair di tahap I. Sedangkan tahap II nanti akan mencairkan Rp 61,2 miliar sisanya.
Henry tak menampik jika alokasi DD untuk ratusan desa di Kabupaten Kediri sangat kecil. Sesuai dengan program fokus dari Pusat. “Lebih mengutamakan pelayanan langsung kepada masyarakat,” tandas Henry.













