Bangkit Setelah Pandemi, Kontes Ternak Sapi Kabupaten Kediri Bakal Digelar Kembali

CokroNews KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kabupaten Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) kembali menggelar kontes ternak sapi pada 2026 setelah vakum sejak 2019.

Kegiatan ini menjadi momentum kebangkitan setelah terakhir kali digelar pada 2019 sebelum terhenti akibat pandemi Covid-19 dan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kepala Bidang Peternakan DKPP Kabupaten Kediri, Istar Abadi mengatakan bahwa kontes ternak tahun ini telah direncanakan sejak lama dan diharapkan dapat kembali menghidupkan semangat para peternak di daerah.

“Mulai covid setelah covid ada PMK jadi mulai 2019 itu terakhir. Baru tahun ini baru insyaallah berealasi kelihatan lagi,” katanya saat dikonfirmasi, Minggu (19/4/2026). 

Kontes ternak tersebut ditargetkan diikuti sekitar 130 ekor sapi yang berasal dari perwakilan 26 kecamatan di Kabupaten Kediri. Para peserta tidak dibatasi hanya dari kelompok ternak tertentu, melainkan terbuka bagi seluruh peternak, baik skala kecil maupun besar.

Untuk acara, akan dilaksanakan di Lapangan Desa Wonorejo Kecamatan Wates pada 5-6 Mei 2026.

“Untuk pemiliknya tidak kita batasi, tetapi harapannya dari peternak rakyat yang memang kita expose karya mereka dalam memelihara sapi,” jelasnya.

Istar menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ruang apresiasi bagi peternak lokal sekaligus meningkatkan motivasi dalam mengembangkan usaha peternakan sapi potong.

Selain kontes utama, rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan berbagai agenda pendukung seperti bazar dan pameran UMKM peternakan, sosialisasi gemar konsumsi protein hewani, serta gerakan pangan murah (GPM).

“Kita juga ada sosialisasi gemar makan protein hewani untuk anak-anak sekolah di sekitar itu. Kemudian gerakan pangan murah,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, kontes ternak akan dibagi ke dalam beberapa kategori. Secara umum, terdapat dua kelompok utama, yakni sapi Peranakan Ongole (PO) dan sapi hasil persilangan.

“Kita bagi dua, sapi PO dan sapi persilangan hasil inseminasi buatan seperti simmental, limousin, dan brahman cross,” paparnya.

Untuk kategori perlombaan, total terdapat 10 kelas yang dipertandingkan. Lima kelas untuk sapi PO, empat kelas untuk sapi persilangan, serta satu kelas bergengsi yakni kelas ekstrem.