Kediri (cokronews.com) —- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri menyambut kepulangan jemaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 109, 110, dan 111 di halaman belakang Kantor Pemkab Kediri pada Selasa (30/06/2026) pagi. Seluruh rangkaian proses pemulangan jemaah, mulai dari Asrama Haji Sukolilo Surabaya hingga tiba di bumi Panjalu, dilaporkan berjalan dengan aman, lancar, dan tertib.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Kediri, Sumarlan, mengonfirmasi bahwa secara umum kondisi para jemaah haji dalam keadaan sehat saat kembali ke tanah air. Rombongan Kloter 109 tercatat tiba lebih awal sekitar pukul 03.00 WIB, disusul oleh Kloter 110 pada pukul 04.30 WIB, dan ditutup oleh kedatangan Kloter 111 sekitar pukul 06.30 WIB.
“Seluruh proses penjemputan berjalan lancar sehingga para jemaah dapat kembali berkumpul bersama keluarga,” ungkap Sumarlan. Kendati demikian, ia menerangkan terdapat dua jemaah dari Kloter 109 yang kepulangannya ke rumah masing-masing terpaksa tertunda akibat harus menjalani perawatan medis secara intensif. Satu jemaah saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Haji Sukolilo, sedangkan satu jemaah lainnya tengah mendapatkan penanganan medis di salah satu rumah sakit di wilayah Kabupaten Kediri.
Di sisi lain, pada musim haji tahun 2026 ini, Pemkab Kediri juga mencatatkan duka mendalam atas wafatnya dua jemaah haji saat berada di Tanah Suci. Kedua jemaah tersebut adalah Arief Setiawan, warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, yang meninggal dunia akibat serangan jantung, serta Khoirun Nikmah, warga Desa Gondang, Kecamatan Plosoklaten, yang wafat karena mengidap penyakit kanker. Keduanya dilaporkan telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji sebelum berpulang.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Kediri, Sumarlan menaruh harapan besar agar para jemaah yang telah kembali ke tanah air dapat terus menjaga nilai-nilai kemabruran ibadahnya serta mampu bertransformasi menjadi teladan dan contoh yang baik di tengah keluarga maupun lapisan masyarakat sekitar.
Sementara itu, salah seorang panitia haji Kabupaten Kediri, Abdullah Rosyad, menambahkan bahwa selama kurang lebih 41 hari menunaikan ibadah di Arab Saudi, para jemaah mendapatkan pendampingan, pembinaan, serta pengawasan kesehatan yang ketat, khususnya dalam mengantisipasi paparan cuaca panas ekstrem. Berkat mitigasi yang baik, secara umum kondisi kesehatan jemaah Kediri tergolong sangat prima dan tidak ada yang mengalami kendala kesehatan fatal selama berada di Tanah Suci.













