Nganjuk (cokronews.com) —- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) terus mempercepat penurunan angka stunting dengan menggelar Pelatihan dan Edukasi Gizi melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di Kampung Keluarga Berkualitas. Kegiatan yang diikuti oleh para kader se-Kabupaten Nganjuk ini dilangsungkan di Aula Dinas PPKB Kabupaten Nganjuk pada Rabu (17/06/2026).
Program ini menjadi bagian dari upaya pemenuhan target program Bangga Kencana untuk mendukung pencegahan dan percepatan penurunan angka stunting di daerah. Melalui program DASHAT, masyarakat di tingkat desa maupun kelurahan diberdayakan untuk menyediakan pangan sehat dan padat gizi melalui pemanfaatan komoditas pangan lokal bagi Keluarga Risiko Stunting (KRS).
Kepala Dinas PPKB Kabupaten Nganjuk, Asti Widyartini, menjelaskan bahwa intervensi stunting tidak bisa hanya mengandalkan bantuan materiil, melainkan harus menyentuh akar pemahaman masyarakat mengenai pola makan dan pengolahan pangan yang benar. Edukasi tersebut disalurkan secara terstruktur melalui pelaksanaan Kelas DASHAT di lapangan.
“Stunting bukan sekadar masalah anak kurang makan, tetapi sering kali karena ketidaktahuan orang tua dalam mengolah makanan yang tepat. Melalui program DASHAT ini, kita mengedukasi masyarakat agar mampu meningkatkan kesadaran terkait perubahan perilaku konsumsi sehat serta memperbaiki status gizi keluarga risiko stunting,” ujar Asti saat memberikan sambutan.
Asti memaparkan, pelaksanaan Kelas DASHAT dirancang secara sistematis dimulai dari pertemuan awal atau H-0 untuk skrining kesehatan dan pengisian lembar komitmen. Langkah tersebut kemudian dilanjutkan dengan rangkaian pertemuan intensif dari H-30 sampai H-150 yang menggabungkan pemberian materi edukasi dengan praktik memasak menu sehat DASHAT serta makan bersama.
Pihaknya menambahkan bahwa para kader yang telah dilatih memiliki tanggung jawab besar dalam mengawal perubahan perilaku di tingkat keluarga secara berkala. Setiap kader berkomitmen melakukan pendampingan minimal enam kali dalam setahun kepada sepuluh KRS menggunakan Rapor Konsumsi Menu Bergizi guna memastikan tidak ada lagi kasus ibu menyusui Kurang Energi Kronis (KEK) maupun bayi lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Kabupaten Nganjuk.













