Berita  

Mulai Musim Tebang Tebu, KSO Kebun Dhoho Targetkan Produksi 267 Ribu Ton Tahun 2026

Cokronews KEDIRI – KSO Kebun Dhoho Kediri memulai rangkaian musim giling tebu tahun 2026 dengan menargetkan produksi hingga 267 ribu ton. Kegiatan awal musim ini ditandai dengan pelaksanaan tradisi petik manten tebu yang digelar di salah satu lahan Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri pada Kamis pagi (30/4/2026).

General Manager KSO Kebun Dhoho, Juni Yanto, menyampaikan bahwa tradisi selamatan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi penanda dimulainya tahap akhir sebelum tebu dipanen dan dikirim ke pabrik gula. Ia menyebut seluruh proses produksi sebelumnya telah melewati rangkaian panjang mulai dari penanaman, pemeliharaan, hingga siap ditebang.

Setelah agenda selamatan, aktivitas tebang tebu direncanakan mulai berjalan pada pertengahan Mei 2026, tepatnya sekitar tanggal 12 atau 13 Mei. Pengiriman perdana hasil panen akan diarahkan ke Pabrik Gula Ngadirejo di Ngadiluwih, Kediri.

Selain ke Ngadirejo, hasil panen tebu dari Kebun Dhoho juga akan disalurkan ke beberapa pabrik gula lain di wilayah sekitar, di antaranya Pesantren Baru, Meritjan, dan Mojopanggung. Hal ini dilakukan untuk mendukung kelancaran distribusi selama musim giling berlangsung.

Lahan tebu yang dikelola KSO Kebun Dhoho sendiri mencapai sekitar 3.310 hektare. Dari luas tersebut, perusahaan menargetkan produktivitas berada pada kisaran 80,56 hingga 86 ton per hektare, yang jika dikalkulasikan menghasilkan total produksi sekitar 267 ribu ton tebu pada musim ini.

Untuk mendukung kelancaran proses panen, kapasitas tebang ditargetkan berada di angka 1.800 hingga 1.900 ton per hari. Operasional ini melibatkan sekitar 350 karyawan tetap, serta dapat meningkat hingga 1.500–1.800 pekerja tambahan saat puncak musim giling. Keterlibatan tenaga kerja lokal juga dinilai memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar kebun.

Meski target telah ditetapkan, pihak pengelola mengakui bahwa sejumlah tantangan masih harus dihadapi, terutama terkait kondisi cuaca dan variasi karakter lahan di setiap lokasi perkebunan. Faktor-faktor tersebut dinilai cukup berpengaruh terhadap stabilitas hasil panen.

KSO Kebun Dhoho berharap seluruh rangkaian musim giling 2026 dapat berjalan sesuai rencana hingga selesai pada sekitar pertengahan hingga akhir November. Dengan demikian, target produksi yang telah ditetapkan dapat tercapai secara optimal.

Di sisi lain, tradisi petik manten tebu tetap dipertahankan sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat setempat. Tokoh masyarakat, Mbah Ramlan, menyebut pelaksanaan di hari Kamis Pahing diyakini membawa doa keselamatan serta kelancaran selama proses panen berlangsung, sekaligus harapan agar hasil tebu tahun ini lebih maksimal.

Leave a Reply