Berita  

Hadapi Musim Kemarau Panjang, Petani di Kediri Diminta Pilih Bibit Padi Cepat Panen

CokroNews KEDIRI – Memasuki musim kemarau 2026 yang diprediksi berlangsung hingga Oktober, sektor pertanian di Kabupaten Kediri, Jatim, mulai bersiap menghadapi ancaman kekeringan, terutama pada tanaman pangan.

Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri menekankan pentingnya langkah antisipatif agar produksi pertanian tetap terjaga, meskipun dihadapkan pada kondisi cuaca yang ekstrem.

Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri Sukadi melalui Kepala Bidang Pengelolaan Pangan Rini Pudyastuti menyampaikan capaian produksi tahun 2025 menjadi acuan yang harus dipertahankan pada tahun ini.

Menurutnya, strategi utama yang dilakukan adalah mendorong penggunaan varietas padi genjah atau berumur pendek agar masa panen lebih cepat dan risiko gagal panen bisa ditekan.

Rini menambahkan, pupuk organik memiliki peran penting dalam menjaga kelembapan tanah selama musim kemarau karena mampu menyerap dan menyimpan air lebih lama.

Selain itu, Dispertabun juga mulai mengenalkan teknologi budidaya hemat air kepada petani, seperti metode SRI (System of Rice Intensification) dan AWD (Alternate Wetting and Drying pada tanaman Padi yang dinilai lebih efisien dalam penggunaan air.

Di sisi lain, untuk wilayah yang tidak memungkinkan ditanami padi, petani didorong beralih ke komoditas lain yang lebih tahan terhadap kondisi kekeringan, salah satunya jagung.

Tak hanya jagung, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai alternatif tanaman pangan lain sebagai cadangan, seperti ubi kayu, ubi jalar, hingga tanaman lokal seperti garut dan gembili.