Berita  

Selasa Berkebaya Jadi Simbol Profesionalitas Srikandi Bawaslu Jatim

Bawaslu Provinsi Jawa Timur membuat gebrakan baru, yaitu Selasa Berkebaya bagi perempuan pengawas pemilu se-Jawa Timur

Surabaya ( cokronews.com ) — Bawaslu Provinsi Jawa Timur membuat gebrakan baru, yaitu Selasa Berkebaya bagi perempuan pengawas pemilu se-Jawa Timur. Program ini resmi diluncurkan pada Selasa, 10 Juni 2025.

“Ide untuk berkebaya setidaknya sehari dalam seminggu sebetulnya sudah lama kita gagas. Kita hanya perlu konsisten saja menerapkannya, karena ini menunjukkan identitas kita sebagai Srikandi Bawaslu Jatim yang di satu sisi menjunjung tinggi profesionalitas, dan di sisi lain tidak lepas dari akar budaya yang membentuknya,” ungkap Anggota Bawaslu Jawa Timur, Eka Rahmawati, dalam rilisnya, Rabu (11/6/2025).

Perempuan asli Surabaya ini memotivasi perempuan pengawas pemilu se-Jawa Timur. ”Jangan pernah takut berkebaya. Bukan kebaya yang membatasi cara kita bekerja, tapi cara berpikir kritis dan sensitifitas dalam beradaptasi dengan kemajuan yang harus senantiasa ditingkatkan. Mari galakkan Selasa Berkebaya, sebagai simbol Srikandi Bawaslu Jatim yang profesional dan berbudaya,” tambahnya

Selain itu, Anggota Bawaslu Jatim, Dewita Hayu Shinta mengungkapkan tujuan berkebaya di lingkungan pengawas pemilu se-Jawa Timur.

”Selasa berkebaya bertujuan untuk melestarikan budaya Nusantara. Sebenarnya lebih ke baju adat sesuai tradisi masing-masing aja, sehingga tidak harus selalu kebaya yang identik dengan tradisi Jawa. Bagi saya pribadi dengan berkebaya membuat saya lebih percaya diri dan bersemangat menjalani aktivitas. Rasanya jadi Indonesia banget,” tambahnya

Di sisi lain, Anggota Bawaslu Jatim, Dwi Endah Prasetyowati mengungkapkan bahwa berkebaya bagian dari upaya melestarikan budaya.

”Berkebaya sebetulnya bukan pertama kali dipakai oleh perempuan pengawas pemilu di jawa Timur. Dalam beberapa rapat koordinasi juga menggunakan kebaya. Nanti setiap Selasa kami akan berkebaya ke kantor. Hal ini sebagai cara untuk melestarikan budaya dan menunjukkan kebaya sebagai identitas bangsa,” ungkapnya

Tidak jauh berbeda, Anggota Bawaslu Jatim lainnya, Nur Elya Anggraini mengungkapkan bila dengan menggunakan kebaya, pihaknya sedang berupaya menghadirkan spirit masa lalu dalam konteks pengawasan.

”Kita tahu bahwa kebaya adalah identitas kita ya. Dengan berkebaya kita ingin hadirkan semangat masa lalu dalam kerja ke pengawasan kita.” jelasnya

Pandangan yang juga sama disampaikan oleh Ketua Bawaslu Jatim, A. Warits. Ia menyampaikan bahwa kebaya menjadi saksi kemerdekaan Indonesia.

”Walaupun saya laki-laki dan tidak memakai kebaya ijinkan untuk menyumbang sedikit pikiran saya tentang kebaya. Bagi saya kebaya bukan hanya busana, tapi simbol kearifan lokal, kesopanan, dan keanggunan perempuan Indonesia. Memakainya berarti kita merawat akar budaya sekaligus menatap masa depan dengan bangga karena kebaya adalah saksi sejarah perempuan pejuang pada saat bangsa kita belum merdeka,” tambahnya

Sementara Anggota Bawaslu Jatim lainnya, Rusmifahrizal mendukung penuh adanya selasa berkebaya. “Kebaya adalah identitas perempuan Indonesia. Dengan kebaya kita lestarikan keIndonesian kita,” pungkasnya.