Petani Tebu Lega, Pabrik Gula PT. GMM Bulog Segera Diperbaiki Untuk Melaksanakan Giling 2026

Blora ( cokronews.com ) —– Puluhan petani tebu yang tergabung dalam organisasi Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora memperjuangkan aspirasi kebenaran ke Kantor Pusat Badan Urusan Logistik (Bulog) Jl Gatot Subroto No Kav. 49 RT 5/RW 4 Kuningan Timur Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.

Sebanyak 35 orang petani itu ngluruk dengan dengan beaya saweran dan tiba di lokasi tujuan pada Rabu (21/1/2026) jam 09.45 WIB.

Para petani bersyukur masih disambut dengan baik penuh perhatian oleh petugas dari Bulog, kemudian diarahkan ke aula kantor Bulog dan disediakan makan pagi lengkap menu makanan bergizi tinggi.

Kedatangan para petani tebu ke kantor Bulog selaian memberi dukungan moral kepada perwakilan dua orang pengurus APTRI, yaitu Ketua APTRI Drs. H.Sunoto dan Anton Sudibdyo, S.Ag., untuk mengikuti rapat pembahasan khusus tentang keberlanjutan pabrik gula PT. GMM Bulog tahun 2026.

Disamping itu mereka ingin secara langsung menunjukan kepada pimpinan Bulog bahwa nasib mereka diujung tanduk kehancuran kalau besuk giling 2026 Pabrik gula PT. GMM Bulog tidak melaksanakan giling tebu.

Rapat dipimpin langsung oleh Dirut Bulog Mayor Jenderal TNI Ahmad Rizal Ramdhani dan diikuti oleh Bupati Blora Dr. H.Arief Rohman, SIP., M.Si, Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini, Ketua DPRD Blora H. Mustopa, S.Pdi, Kepala DP4 Kabupaten Blora, Asisten Perekonomian dam Pembangunan Blora, Kepala Bapperinda Kabupaten Blora,Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Alam Setda Blora, Direksi PG. GMM Bulog dan Ketua serikat pekerja pabrik gula PT. GMM Bulog.

Ketua APTRI Blora Sunoto, menginformasikan, bahwa Bupati Blora dalam agenda rapat menyampaikan harapan agar Pabrik Gula GMM Bulog harus bisa beroperasi lagi untuk melaksanakan giling tebu 2026.

“Mengingat pabrik Gula GMM Bulog merupakan satu satunya aset di Kabupaten Blora yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan ribuan petani tebu Kabupaten Blora,” jelas Sunoto.

Disamping itu juga dapat menimbulkan dampak positif bagi peningkatan perekonomian daerah. Apalagi Pabrik Gula GMM Blora pernah berjaya menjadi kiblat percontohan pengelolaan tebu di tingkat Nasional di era kepemimpinan Dirut PT GMM Bulog Prof. Dr. Rahmat Pambudy MS.

“Tentu saat ini ketika Presiden Prabowo Subianto sedang mencanangkan swasembada gula 2027 selayaknya pabrik gula PT GMM Bulog harus tetap eksis atau berlanjut untuk melaksanakan penggiling tebu petani di tahun 2026 dengan perubahan pengelolaan secara profesional,” ungkap Sunoto.

Dalam kesempatan itu, Sunoto dalam mengawali pembicarakan menginformasikan bahwa kedatangannya di Bulog diikuti oleh para petani tebu sebanyak 35 orang berangkat ke Jakarta dengan carter bus dengan beaya urunan swadaya keikhlasan dari para petani.

“Mereka itu semua, kemarin di masa giling 2025 menjadi korban kebijakan sepihak oleh managemen PT GMM Bulog. Karena secara mendadak giling tebu diberhentikan sehingga ribuan hektar tanaman tebu belum tertebang,” ungkapnya.

Ia menuturkan, petani tebu ibarat sudah jatuh masih ketimpa tangga. Harga tebu terjun bebas turun dan petani bingung serta ketakutan apakah tebu mereka bisa tertebang, apalagi bersamaan itu curah hujan cukup tinggi.

“Dapat dipastikan para petani tebu harus menanggung beban hutang yang semakin menumpuk dan bertambah ratusan miliaran rupiah. Siapa yang harus bertanggung jawab terhadap kerugian petani tebu tersebut sebagai akibat bencana salah kelola managemen pabrik gula,” lanjutnya.

“Kalau Pabrik gula rugi pegawainya masih dibayar oleh pihak managemen pabrik gula tapi bagi petani rugi sebagai akibat kecerobohan pengelolaan pabrik gula yang tidak profesional sehingga dua buah boiler pabrik gula bledos,” tandasnya.

Berkenaan hal tersebut Sunoto juga meminta penjelasan kepada Dirut Bulog bagaimana kalau di masa giling 2026 terjadi lagi bencana tebu seperti yang terjadi pada masa giling 2025.

“Siapa yang harus bertanggung jawab terhadap kerugian patani tebu ?” ucapnya.

Disamping itu Sunoto juga memohon adanya hubungan tripartit yang harmonis penuh keterbukaan dan keadilan antara petani, pemerintah daerah dan pihak pabrikan sehingga dapat terjadi sinergitas dan kolaborasi kemitraan yang baik.

Selanjutnya, Anton Sudibdyo sekretaris APTRI dan mantan anggota DPRD Blora, menyampaikan uneg- uneg secara blak-blakan tentang petani tebu yang nasibnya selalu kurang beruntung sejak ditangani oleh Pihak PT GMM Bulog dengan kepemimpinan yang tidak profesional setelah ditinggalkan oleh Dirut PT GMM Bulog Prof. Dr. Rahmat Pambudy MS.

Ia menyebut, dulu rendemen bisa tinggi dan harga tebu selalu lebih tinggi dari harga tebu di sekitar Blora, serta pembayaran tebu berjalan lancar.

Namun, sekarang kondisinya terpuruk jauh dari kinerja pabrik gula buatan Belanda. Bahkan sampai terjadi kerusakan fatal mesin pabrik gula di tengah musim giling tebu 2025 yang sedang berlangsung dua buah boiler rusak berat.

“Pertanyaannya mengapa itu bisa terjadi apakah ada yang salah dalam pengelolaan pabrik gula. Berkenaan dengan hal tersebut mohon agar pabrik gula PTGMM Bulog segera direnovasi dengan penggantian dua boiler yang rusak dengan boiler yang baru. Disamping itu mohon agar dilaksanakan reformasi total terhadap sumber daya manusia managemen pabrik gula. Gantikan petugas yang jujur dan profesional yang berorientasi kepada peningkatan kinerja dan terwujudnya kenaikan kesejahteraan petani tebu,” beber Anton Sudibyo.

Diluar dugaan Kepala Pusat Bulog (Direktur Utama Perum Bulog), Mayor Jenderal TNI Ahmad Rizal Ramdhani, merespon positif terhadap permohon Bupati Blora dan uneg-uneg yang disampaikan oleh perwakilan dari dari APTRI Blora.

Prinsipnya sangat setuju kalau Pabrik Gula PT. GMM Bulog tetap eksis untuk melaksanakan giling 2026 dengan merenovasi dua buah boiler yang rusak diganti boiler yang baru.

Ia juga akan melakukan pergantian personel dan memperbarui serta membenahi managemen di internal Bulog dengan managemen pro rakyat dan merah putih.

Dirut Perum Bulog juga berkomitmen untuk menghidupkan kembali sinergi tripartit agar tercipta hubungan yang harmonis dan tranparan antara petani tebu, pemerintah daerah dan pihak pabrikan.

Ia mohon doa restu dalam minggu ini proses pengajuan dana dari Bulog ke Sektretariat Negara semoga dapat disetujui sehingga bisa segera melaksanakan renovasi pabrik gula PT. GMM Bulog untuk menggatikan dua buah boiler yang rusak berat dengan boiler baru.

Seusai rapat Bupati Blora beserta peserta rapat menemui para petani tebu yang sedang menunggu di aula Bulog.

Dalam kesempatan itu, Anton Sudibdyo ditunjuk oleh Bupati Blora agar menyampaikan hasil rapat.

Dengan wajah sumringah dan tutur kata yang renyah serta sikap lembah manah penuh ekspresi bungah, Ia menginformasikan yang diawali kata alhamdulilah, aspirasi para petani Blora diakomodir oleh Dirut Bulog, tinggal menunggu satu langkah lagi persetujuan Sekneg terhadap dana usulan sebesar Rp114 miliar dari Bulog.

“Kalau itu disetujui berarti sudah tersedia dana untuk memperbaiki pabrik gula PT. GMM Bulog. Disamping itu akan segera dilakasanakan reformasi di jajaran internal PT. GMM Bulog. Untuk itu mohon doa restu kepada para petani agar dalam minggu ini perjuangan untuk memperoleh persetujuan ajuan dana dari Dirut perum Bulog dapat dikabulkan,” terangnya.

Bupati Blora Arief Rohman memberi harapan kepada para petani tebu bahwa dirinya akan terus berjuang untuk mewujudkan agar pabrik gula PT GMM Bulog dalam masa giling 2026 tetap bisa giling dengan managemen baru yang pro petani tebu.

Demikian pula ketua DPRD Blora, Mustopa, siap mendukung dan memperjuangkan nasib petani tebu dengan meminta kepada pihak managemen pabrik Gula PT GMM Bulog bertindak secara profesional dan pro petani.

Sebagai bentuk rasa syukur bahwa perjuangan mereka mendapat perhatian dan persetujuan oleh Dirut Perum Bulog mereka bersama-sama menuju ke masjid Istiqlal untuk melaksanakan salat wajib berjamaah dan ucapan rasa syukur kepada Allah SWT.

Saat ini para petani tebu Blora menunggu realisasi janji dari Dirut perum Bulog apakah akan terkabul atau masih perlu dilakukan upaya perjuangan lagi, wadul kepada Presiden Prabowo Subianto.