CokroNews KEDIRI – Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, menyatakan masih menunggu keputusan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama terkait usulan pesantren setempat menjadi tuan rumah pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Kabupaten Kediri Kiai Haji Nurul Huda Djazuli dan berbagai pihak yang telah mengusulkan Pesantren Lirboyo menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU.
Namun, ia menegaskan hingga kini belum ada permintaan resmi soal penunjukan Pesantren Lirboyo sebagai tuan rumah pelaksanaan Muktamar NU.
Ia menambahkan Pesantren Lirboyo Kediri siap menjalankan amanat jika nantinya ditunjuk sebagai tuan rumah Muktamar NU.
Ia menjelaskan Pesantren Lirboyo pernah memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan Muktamar NU pada tahun 1999.
Sementara itu, di jajaran PBNU, saat ini masih fokus melakukan konsolidasi organisasi untuk mempersiapkan pelaksanaan muktamar yang direncanakan berlangsung pada pertengahan 2026.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2022–2027 Saifullah Yusuf mengatakan persiapan muktamar tersebut meliputi konsolidasi internal organisasi hingga verifikasi administrasi kepengurusan yang berhak menjadi peserta dalam forum tertinggi organisasi tersebut.
Selain melakukan konsolidasi organisasi, PBNU juga memanfaatkan momentum silaturahmi dengan para ulama sepuh untuk memohon doa restu menjelang pelaksanaan muktamar.
Gus Ipul, sapaan akrabnya, menuturkan agenda silaturahmi tersebut, antara lain dengan sejumlah kiai sepuh di berbagai pesantren di Jawa Timur.
Mengenai lokasi pelaksanaan Muktamar, Gus Ipul mengatakan hingga kini masih dalam pembahasan dan belum diputuskan karena harus melalui mekanisme rapat organisasi. Sejumlah alternatif lokasi masih dikaji, baik di wilayah Jawa maupun di luar Jawa.











