Berita  

Kisah Atlet Tarung Derajat Kota Kediri Tangguh Setiawan Sabet Medali Emas di Tiga Porprov Beruntun, Bisa Tempuh Pendidikan di Sekolah Idaman

CokroNews KEDIRI – Tangguh Setiawan, atlet tarung derajat asal Kota Kediri sudah empat kali turun di pekan olahraga provinsi (porprov). Selama berkontestasi di ajang tersebut, dia selalu membawa pulang medali untuk Kota Kediri. Bahkan pada tiga porprov terakhirnya, dia secara berturut-turut mempersembahkan medali emas. Khususnya di kelas 61 – 64 kilogram.

Pemuda berusia 23 tahun ini akrab disapa Tangguh. Dia pertama kali terjun di dunia tarung derajat sejak 2018 silam. Kala dirinya masih duduk di bangku kelas 9 sekolah menengah pertama (SMP).

Selama kurang lebih satu tahun berlatih, dia pun langsung dipercaya turun di porprov pada 2019 lalu. “Porprov pertama saya dapat medali perunggu,” cerita Tangguh.

Uniknya, sulung dari dua bersaudara ini belum punya kemampuan dasar bela diri saat awal mencoba. Orang tuanya pun bukan atlet. Sehingga, Tangguh benar-benar memulai dari nol. “Dulu orang tua yang minta saya agar ikut (tarung derajat, Red),” katanya.

Tangguh pun bercerita bahwa orang tuanya tersebut memiliki tujuan tersendiri untuk memintanya belajar tarung derajat. Yakni agar Tangguh bisa bersekolah di sekolah negeri.

Benar saja, Tangguh pun bisa bersekolah di SMA Negeri 7 Kota Kediri melalui jalur prestasi. Berkat prestasinya, dia berhasil melanjutkan pendidikan di Universitas Negera Surabaya. “Alhamdulillah sekarang saya sudah semester akhir,” ungkapnya.

Meski bermula dari orang tua, Tangguh sendiri mengaku senang bisa bergabung dengan cabang olahraga (cabor) tarung derajat. Menurutnya, teman-teman yang berada di cabor bela diri itu menyenenangkan.

Sehingga dia merasa betah menjalani rutinitas latihan. “Pertamakali belajar ya awalnya bingung ini olahraga apa. Tetapi setelahnya saya mengerti,” aku Tangguh.

Nyaman menekuni tarung derajat, dia mengaku masih ingin turun di porprov lagi bila usianya masih diperbolehkan untuk ikut serta. Namun jikalaupun tidak bisa, dia masih memiliki agenda di kejuaraan nasional (kejurnas).

“Saya masih ingin mempersiapkan diri untuk ajang pekan olahraga nasional (PON) 2028 nanti,” tandasnya.