CokroNews SURABAYA – Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Surabaya, Sururil Faizin, memberikan peringatan keras terkait kedisiplinan dan etika bagi 70 petugas haji dalam Rapat Koordinasi Persiapan Operasional di Hotel Royal Regentris Cendana Surabaya, Selasa (7/4/2026). Fokus utama dalam pembekalan ini adalah menjaga marwah bangsa Indonesia di Tanah Suci dengan melarang perilaku tidak profesional, mulai dari pelanggaran aturan merokok hingga pencegahan fenomena “cinta lokasi” di kalangan petugas.
Sururil menekankan bahwa integritas petugas adalah wajah Indonesia di mata internasional. Ia mengingatkan agar para petugas PPIH Arab Saudi dan petugas kloter tidak mengulangi kesalahan fatal di masa lalu yang dapat berujung pada pemulangan paksa sebelum tugas berakhir.
Selain masalah personal, kepatuhan terhadap regulasi lokal Arab Saudi menjadi sorotan utama. Sururil secara spesifik mengkritik perilaku petugas yang merokok sembarangan menggunakan atribut resmi negara, yang dianggap merusak citra profesionalisme Kemenhaj sebagai instansi penyelenggara tahun pertama.
Ketegasan ini bertujuan untuk memastikan layanan kepada 2.518 jemaah haji asal Surabaya, termasuk kelompok prioritas lansia dan disabilitas, berjalan tanpa hambatan. Dengan adanya jemaah berusia hingga 97 tahun, konsentrasi petugas tidak boleh terbagi oleh urusan pribadi atau pelanggaran disiplin yang tidak perlu.
Sementara itu, dari sisi teknis kesiapan medis, Penanggung Jawab Kesehatan Haji Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nurwathoniyah, memastikan bahwa proses vaksinasi wajib seperti meningitis dan polio telah hampir rampung di tingkat puskesmas. Hingga awal April 2026, lebih dari 2.000 jemaah telah divaksinasi dan kini tengah dalam tahap finalisasi dokumen kesehatan.
Meskipun demikian, Dinkes Surabaya masih berupaya menyelesaikan kendala 200 jemaah yang belum memenuhi syarat vaksin Covid-19 sesuai permintaan Pemerintah Arab Saudi. Koordinasi tingkat tinggi dengan Pusat Kesehatan Haji terus dilakukan guna memastikan seluruh jemaah Surabaya dapat berangkat sesuai jadwal dengan status kesehatan yang memenuhi syarat internasional.













