CokroNews MADIUN – Pemerintah Kota Madiun terus aktif membangun komunikasi dengan pemerintah pusat guna memperkuat pelaksanaan otonomi daerah. Hal itu terlihat dalam kegiatan Reboan Rembuk dan Bincang-bincang Otonomi Daerah Antar Kepala Daerah dan Kemendagri yang digelar secara daring, Rabu (15/4), di Balai Kota Madiun.
Dalam forum tersebut, Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menyampaikan sejumlah kebutuhan dan kondisi yang dihadapi daerah. “Khususnya terkait pengelolaan belanja pegawai yang masih membutuhkan penyesuaian dengan regulasi yang ada,” ujarnya, Rabu (15/4).
Selain itu, Plt Wali Kota juga menyoroti perkembangan program Koperasi Merah Putih yang saat ini telah memasuki tahap awal pelaksanaan. Ia berharap adanya arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat agar implementasinya di daerah dapat berjalan optimal.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah, para asisten, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Madiun.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Cheka Virgowansyah, menyampaikan bahwa kondisi serupa juga dialami oleh sejumlah daerah lain di Indonesia. Saat ini, terdapat sekitar 140 daerah yang menjadi perhatian karena keterbatasan kemampuan fiskal.
Pihaknya akan melakukan penelaahan lebih lanjut, termasuk kemungkinan adanya belanja yang belum efektif, sebagai langkah jangka pendek untuk membantu daerah. Selain itu, Kemendagri juga mendorong penerapan creative financing sebagai salah satu alternatif solusi.
“Masih ada waktu untuk merespons kebijakan ke depan, termasuk untuk 2027. Nanti akan dilihat bagaimana penanganan yang tepat sesuai karakteristik masing-masing daerah,” ujarnya.
Terkait Koperasi Merah Putih, Kemendagri memastikan akan menindaklanjuti dan memberikan arahan lanjutan agar pelaksanaannya di daerah dapat berjalan sesuai harapan.
Melalui forum ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi berbagai tantangan, sekaligus mendorong pembangunan yang lebih efektif dan berkelanjutan.













