Empat Kampung Iklim Lumajang Tunjukkan Ketangguhan Sosial Hadapi Krisis Iklim

Lumajang (cokronews.com) — Empat wilayah di Kabupaten Lumajang menjalani verifikasi lapang Program Kampung Iklim (PROKLIM) Kategori Lestari oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rabu (9/7/2025). Proses ini menyoroti keberhasilan wilayah-wilayah tersebut membangun ekosistem sosial yang sadar, tangguh, dan bersatu dalam menghadapi ancaman perubahan iklim.

Empat lokasi yang menjadi titik penilaian adalah Desa Sumberurip di Kecamatan Pronojiwo, Desa Petahunan di Kecamatan Sumbersuko, Desa Kedungrejo di Kecamatan Rowokangkung, dan RW 06 Kelurahan Kepuharjo. Keempatnya merupakan bagian dari binaan Desa Senduro yang diusulkan sebagai penerima PROKLIM Kategori Lestari predikat tertinggi dalam program kampung iklim.

Verifikasi dilakukan oleh verifikator KLHK, Cut Salwitry Tray dan Heny Puspita Rokhwani, dengan pendampingan langsung dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Hertutik. Penilaian mencakup sejauh mana masyarakat di masing-masing wilayah terlibat aktif dalam aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

“Keempat lokasi ini bukan hanya menjalankan program, tetapi telah membangun budaya dan kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan. Mereka menciptakan ekosistem sosial yang berakar pada gotong royong dan kepedulian terhadap bumi,” ujar Hertutik.

Di Desa Sumberurip, warga mengembangkan konservasi air dan pelestarian hutan di kawasan rawan longsor. Petahunan memperkuat pertanian ramah lingkungan dan pengelolaan sampah keluarga. Di Kedungrejo, sistem mitigasi banjir dibangun berbasis partisipasi warga. Sementara RW 06 Kepuharjo di kawasan urban menunjukkan kemandirian pangan dan penghijauan lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup warga.

Program PROKLIM merupakan kebijakan nasional yang bertujuan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengendalian perubahan iklim. Kategori Lestari diberikan kepada wilayah yang secara konsisten menjalankan praktik adaptasi dan mitigasi iklim serta memiliki dampak sosial-lingkungan yang berkelanjutan dan dapat direplikasi.

Menurut tim verifikator, keberhasilan di empat lokasi ini menjadi indikator bahwa perubahan besar bisa dimulai dari komunitas kecil. “Kami melihat praktik nyata yang tumbuh dari kesadaran, bukan sekadar proyek. Ini menjadi fondasi kuat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim secara nasional,” ujar Heny Puspita Rokhwani.

Verifikasi ini akan menentukan kelayakan Lumajang untuk ditetapkan sebagai peraih penghargaan PROKLIM Lestari Tahun 2025. Jika lolos, empat wilayah tersebut akan menjadi contoh nasional tentang bagaimana desa bisa membangun ketahanan lingkungan, sosial, dan ekonomi secara bersamaan.

Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap capaian ini menjadi pemicu semangat bagi desa-desa lain untuk menjadikan isu lingkungan sebagai agenda bersama. Dari akar rumput, Lumajang ingin membuktikan bahwa kekuatan sosial masyarakat adalah kunci menjaga bumi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *