Kediri (cokronews.com)– Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri akan menyelenggarakan Peringatan Bulan Bung Karno Tahun 2026 pada 27 Juni 2026 di Ndalem Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan kepada Ir. Soekarno sebagai Proklamator Kemerdekaan dan Presiden Pertama Republik Indonesia, sekaligus upaya untuk menanamkan kembali nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, dan cinta tanah air kepada masyarakat.
Bulan Juni diperingati sebagai Bulan Bung Karno karena di dalamnya terdapat sejumlah momentum penting yang berkaitan dengan perjalanan hidup Sang Proklamator. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk mengenang jasa dan keteladanan Bung Karno serta merefleksikan nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Peringatan Bulan Bung Karno Tahun 2026 akan dikemas melalui pertunjukan sendratari dan kolaborasi seni budaya yang mengangkat perjalanan hidup Bung Karno, mulai dari masa kecil, masa perjuangan, hingga masa kepemimpinannya. Ndalem Pojok dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena memiliki nilai historis yang erat kaitannya dengan masa kecil Bung Karno, sehingga menjadi ruang yang tepat untuk menghadirkan narasi sejarah secara lebih kontekstual dan edukatif.

Berbagai sajian seni akan ditampilkan dalam kegiatan ini, di antaranya musik keroncong dengan lagu-lagu perjuangan, seni tari kontemporer, pertunjukan visual edukatif yang mengulas perjalanan sejarah Bung Karno, serta kolaborasi seni yang melibatkan para seniman Kabupaten Kediri. Keseluruhan rangkaian acara dirancang untuk menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan edukasi sejarah dan wawasan kebangsaan kepada masyarakat.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kediri berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sejarah perjuangan bangsa, memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, serta menumbuhkan semangat nasionalisme dan patriotisme, khususnya di kalangan generasi muda. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat memori kolektif masyarakat terhadap pemikiran dan pengabdian Bung Karno sekaligus mendorong pelestarian seni dan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa. (ADV)















