Berita  

Momentum Panen Bawang Merah, Pemerintah Kabupaten Blitar Upayakan Peningkatan Produktivitas dan Regenerasi Petani

Blitar (cokronews.com) —- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar menggelar kegiatan panen raya bawang merah di Desa Margomulyo, Kecamatan Panggungrejo. Agenda ini dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi nyata atas kerja keras para petani sekaligus sebagai langkah strategis dalam memperkuat sektor pertanian di daerah tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Blitar menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, hingga pemerintah desa yang terus konsisten mendukung kemajuan pertanian di Kabupaten Blitar. Ia menegaskan bahwa keberhasilan panen raya ini merupakan buah dari ketekunan, kerja keras, serta doa para petani.

Bupati menjelaskan bahwa bawang merah merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas pangan serta mendongkrak perekonomian masyarakat. Memasuki pertengahan Juni 2026, stabilitas harga komoditas ini terbilang cukup baik di pasaran. Harga bawang merah berada pada kisaran Rp42.000 per kilogram, sedangkan untuk bawang merah basah berkisar antara Rp37.000 hingga Rp40.000 per kilogram.

Berdasarkan data sektoral, pada tahun 2025 lalu, luas tanam bawang merah di Kabupaten Blitar berhasil mencapai 226 hektare dengan total produksi menembus 32.359 kuintal. Sementara itu, untuk periode Januari hingga Mei 2026, tercatat luas tanam telah mencapai 81 hektare dengan jumlah produksi sebesar 9.517 kuintal.

“Pemerintah berkomitmen akan terus mendukung sektor pertanian melalui penguatan sarana produksi, pendampingan teknologi, peningkatan kapasitas petani, serta perluasan akses pasar,” tegas Bupati Blitar.

Tak hanya fokus pada penguatan infrastruktur dan modal tata kelola, Bupati Blitar juga menaruh perhatian besar pada keberlanjutan sektor ini. Ia secara khusus mengajak generasi muda di Kabupaten Blitar untuk tidak ragu terjun ke dunia pertanian.

Pemuda daerah didorong untuk menjadi petani milenial yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Langkah ini dinilai sangat penting guna mewujudkan sektor pertanian daerah yang maju, tangguh, mandiri, dan memiliki daya saing tinggi di masa depan.

Leave a Reply