Cokronews KABUPATEN LAMONGAN – Pengukuhan Pengurus Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) DPD Jawa Timur menjadi momentum penting untuk menegaskan arah baru peran organisasi kepala desa, yakni sebagai ruang kerja kolektif yang mampu mempercepat penyelesaian persoalan di tingkat akar rumput.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), menekankan bahwa keberadaan PKDI harus dimaknai lebih dari sekadar wadah komunikasi, melainkan sebagai platform kolaborasi antar kepala desa untuk menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.
Menurutnya, tantangan pembangunan desa saat ini semakin kompleks dan tidak bisa diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antar kepala desa agar berbagai persoalan dapat ditangani secara lebih cepat, tepat, dan terukur.
Ia menjelaskan bahwa kerja kolektif tersebut harus diarahkan pada tiga fokus utama, yakni peningkatan kualitas layanan publik desa, penguatan ketahanan sosial masyarakat, serta optimalisasi potensi ekonomi lokal.
Bunda Indah juga menegaskan bahwa PKDI memiliki peran strategis dalam mempercepat transformasi desa, dari yang bersifat administratif menjadi lebih solutif dan berorientasi pada hasil.
Ia berharap, melalui penguatan peran PKDI, setiap kepala desa tidak berjalan sendiri, tetapi terhubung dalam jejaring yang solid sehingga mampu saling menguatkan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Sementara itu, Ketua DPD PKDI Jawa Timur, Saiful Mahdi, menyampaikan bahwa organisasinya siap mendorong kolaborasi antar kepala desa agar lebih adaptif terhadap dinamika pembangunan, termasuk dalam pemanfaatan teknologi dan penguatan kapasitas kepemimpinan desa.
Melalui pendekatan kerja kolektif ini, PKDI diharapkan mampu menjadi penggerak percepatan pembangunan desa yang lebih efektif, sekaligus memastikan setiap kebijakan dan program benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat di tingkat akar rumput.













