CokroNews BONDOWOSO – Sebanyak 518 guru ngaji di Kabupaten Bondowoso hingga kini belum dapat mencairkan insentif yang menjadi hak mereka.
Sementara ribuan guru ngaji lainnya dari total 5.865 guru ngaji sudah lebih dulu menerima jelang lebaran.
Kabag Kesra Pemkab Bondowoso, Royhan Muktafi Billah, menjelaskan kendala paling banyak yakni rekening penerima bermasalah
Selain itu ada juga permasalahan lain proses pergantian bendahara di Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Bondowoso.
“Ada 518 yang belum dicairkan karena ada beberapa kesalahan, salah satunya rekening yang bermasalah,” ujar Royhan dikonfirmasi Kamis (16/4/2026) kemarin.
Menurut Royhan, permasalahan rekening dimaksud seperti rekening tersebut menjadi tidak aktif karena tidak digunakan untuk transaksi lain, termasuk pembayaran administrasi bank.
Sementara beberapa guru ngaji hanya memiliki satu rekening yang digunakan khusus untuk menerima insentif.
Selain itu, terdapat pula guru ngaji pengganti yang belum memiliki rekening, sehingga proses pencairan harus menunggu pembuatan rekening baru di bank. Hal ini turut memperlambat distribusi insentif.
Royhan menambahkan, pencairan sempat ditunda agar tidak menghambat ribuan penerima lain. Setelah Hari Raya Idulfitri, proses kembali dilanjutkan, namun terkendala mutasi bendahara di lingkungan Kesra.
Dalam proses verifikasi dan validasi (verval), Pemkab Bondowoso kini melibatkan pihak kecamatan serta Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) hingga tingkat ranting desa. Langkah ini dilakukan untuk memastikan data penerima lebih akurat dan tepat sasaran.













