Kediri (cokronews.com) – (11/11/2025) Pemerintah Kota Kediri melalui DP3AP2KB mengadakan edukasi remaja peduli stunting pada Selasa (11/11) untuk mendorong peran aktif pelajar. Kegiatan ini mengusung tema ‘Saatnya remaja bergerak cegah stunting dan stop bullying’ yang sangat relevan dengan kondisi saat ini. Acara dilaksanakan di Ruang Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan dengan mengundang 200 remaja. Peserta berasal dari 47 SLTP dan 24 SLTA di Kota Kediri, berusia antara 12 hingga 17 tahun.
Kepala Dinas Koperasi dan UMTK, Eko Lukmono, dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mempersiapkan pengurus Koperasi Merah Putih di 46 kelurahan Kota Kediri. Persiapan tersebut agar mereka mampu mengelola koperasi secara modern, profesional, dan berkelanjutan. Lukmono menyebutkan bahwa setiap KKMP menugaskan dua pengurus untuk mengikuti pelatihan, yang sekaligus mengecek kesiapan mereka pasca pembentukan badan hukum. Hingga saat ini, seluruh KKMP yang ada di Kota Kediri sudah berhasil berbadan hukum secara resmi.
Saat ini, gambaran pemenuhan data terpilah pada portal SatuData Kota Kediri masih menunjukkan adanya pekerjaan rumah. Dari total 123 data, baru 51 data yang sudah terpilah gender, yang berarti masih ada 72 data yang belum terpilah. Penghimpunan data ini melibatkan hampir seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Kediri karena sangat penting untuk penyelenggaraan program kegiatan. Kendala utama yang dihadapi adalah masih adanya OPD yang belum memahami cara memilah data gender, misalnya membedakan antara toilet anak, toilet perempuan, dan toilet laki-laki.
Konsep pelaksanaan Koperasi Merah Putih Kelurahan ini merujuk pada Instruksi Presiden No. 17 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan fisik gerai pergudangan. Instruksi tersebut mengamanatkan pemerintah daerah, termasuk Pemkot Kediri, untuk menyediakan lahan atau aset siap bangun bagi pendirian gerai. Lahan yang disediakan memiliki luasan minimal 1.000 meter persegi atau disesuaikan dengan kondisi ketersediaan daerah. Saat ini, Pemkot Kediri sedang melakukan pendataan aset untuk lokasi pendirian gerai, dan progres persiapan lahan telah mencapai hampir 70 persen.
Melalui pelatihan intensif ini, Eko Lukmono berharap akan lahir pengurus koperasi yang inovatif, transparan, dan akuntabel. KKMP diharapkan dapat berperan penting sebagai motor penggerak ekonomi rakyat di tingkat kelurahan. Koperasi ini juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru dan berkontribusi signifikan dalam upaya mengurangi kemiskinan. Lukmono berpesan agar seluruh peserta memperluas informasi mengenai Koperasi Merah Putih melalui berbagai kanal, menjadikannya wujud nyata pemberdayaan ekonomi rakyat dan bagian dari prioritas nasional yang harus disukseskan bersama.(adv)











