Tingkatkan Usia Harapan Hidup di Nganjuk, Dinas PPKB Gelar Sosialisasi Sekolah Lansia Tangguh

Nganjuk (cokronews.com) —– Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Nganjuk menggelar kegiatan Sosialisasi Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) untuk Penyuluh KB dan Kader Bina Keluarga Lansia (BKL) se-Kabupaten Nganjuk di Aula Dinas PPKB Nganjuk pada Senin (4/3/2024).

Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas PPKB Nganjuk Nafhan Tohawi. Turut hadir dalam acara tersebut Plt. Sekretaris Dinas PPKB Nganjuk, Narasumber, Penyuluh KB dan Kader BKL masing-masing sebanyak 20 orang.

Dalam sambutannya, Nafhan mengapresiasi antusiasme para peserta atas pembentukan sekolah lansia tangguh yang telah dilaksanakan di beberapa kecamatan. “Hampir 90% para lansia atau peserta Selantang ini hadir dan antusias dalam mengikuti pembelajaran yang diberikan. Beberapa waktu lalu kita juga sudah melaksanakan Wisuda Selantang baik secara mandiri di beberapa kecamatan dan secara bersama–sama di Gedung Juang 45 Nganjuk,” bebernya.

Kadis Nafhan menuturkan bahwa Usia Harapan Hidup (UHH) Kabupaten Nganjuk terus mengalami peningkatan. UHH pada tahun 2021 sebanyak 71,6 persen, tahun 2022 sebanyak 71,95 persen dan tahun 2023 sebanyak 72,28 persen. “Ini menunjukkan bahwa kepedulian kita didalam hal pemrograman untuk lansia sudah ada peningkatan dan hasil yang membahagiakan,” ujarnya.

“Kita gelorakan terus Selantang dan juga SOTH (Sekolah Orang Tua Hebat) di Kabupaten Nganjuk karena ini merupakan program nasional yang harus kita laksanakan. Melalui program ini, dapat menjadi jembatan kita dalam mengabdikan diri kepada pemerintah dan secara tidak langsung kita juga harus bermanfaat bagi orang lain,” harap Nafhan.

Sementara itu, Plt. Sekretaris Dinas PPKB Nganjuk Suhartatik Kundariana menambahkan, tujuan diselenggarakannya kegiatan sosialisasi tersebut adalah untuk memberikan pemahaman mengenai kegiatan Selantang yakni meningkatkan ketahanan keluarga lansia. Serta pemahaman tentang konsep SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif) bagi lansia.

“Juga memberikan pemahaman mengenai pengetahuan, keterampilan dan perilaku lansia tentang kesehatan kehidupan sosial dan lingkungan yang mendukung melalui sekolah lansia tangguh di kelompok BKL,” tambah Bu Kun, panggilan akrab Suhartatik Kundariana yang juga menjabat sebagai Kabid Pembangunan Keluarga Dinas PPKB Kab. Nganjuk.

Dalam kesempatan tersebut, Agus Tejo P selaku narasumber dari Penyuluh KB Kabupaten Nganjuk menjelaskan tentang program Selantang. Yakni program pendidikan non-formal gagasan Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) yang didalamnya mencakup berbagai materi dan durasi sekolah selama 6 bulan atau 12 kali pertemuan.

Untuk diketahui Selantang ditujukan bagi lansia dengan ketentuan, pertama yaitu bagi mereka yang masuk usia pra lansia yakni 56 tahun keatas dan memasuki usia lansia yakni 60 tahun keatas. Kedua, memiliki kemauan dan kemampuan untuk pergi ke sekolah.

“Pertemuannya setiap 2 minggu sekali, jadi 1 bulan 2 kali pertemuan selama 6 bulan. Setiap kali pertemuan maksimal 2 jam pembelajaran. Dalam satu kelas minimal terdiri dari 20 hingga 30 orang lansia,” tutur Agus.(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *