Proyek Tol Kediri-Tulungagung Mulai Dibangun Akhir Mei 2024

Kediri (cokronews.com) —– Teka-teki dimulainya proyel Tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung) akhirnya terjawab. Berdasar koordinasi PT Surya Sapta Agung Tol dengan tim pengadaan tanah (TPT), proyek strategis nasional senilai Rp 9,9 triliun itu dikabarkan akan dimulai akhir Mei ini.

Ketua TPT Jalan Tol Kediri-Tulungagung Linanda Krisni Susanti menyebut, awal Mei ini pihaknya memang belum mendapat pemberitahuan secara resmi. Melainkan baru secara lisan, Selasa, 7 Mei 2024.

“Dari pihak BUJT (PT Surya Sapta Agung Tol, Red) ke kami menyampaikan hanya sebatas akhir Mei ini jalan (mulai pembangunan tol, Red). Tapi kami tidak bisa menjamin juga karena baru secara lisan,” ungkap perempuan yang akrab disapa Nanda itu.

Demi mengejar target tersebut, ada sejumlah titik tanah terdampak tol yang Mei ini harus sudah dibebaskan. Salah satunya di Desa Tiron, Kecamatan Banyakan. Lokasi tersebut menjadi prioritas untuk pembangunan akses Bandara Dhoho.

“Karena dimulai dari bandara dulu, dari Tiron Insya Allah sudah bisa, sudah siap. Mungkin menyisakan wakaf dan TKD (tanah kas desa, Red) yang segera dipercepat,” lanjutnya.

Untuk ruas Kota Kediri, wilayah Kelurahan Semampir dan Mojoroto menjadi yang paling cepat dibebaskan. Khususnya di Lingkungan Mejenan, Mojoroto dan Semampir yang jadi lokasi pembangunan jembatan akses tol.

“Karena mulainya (konstruksi, Red) dari jembatan itu ya. Jadi sudah siap,” sambungnya sembari menyebut, kesiapan lahan di sana mencapai sekitar 90 persen.

Sebelumnya, dua wilayah itu juga sudah mendapat surat perintah pengosongan lahan dari TPT. Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, pembongkaran bangunan masih berlanjut di dua lokasi tersebut. Salah satunya di sepanjang Jl Mayor Bismo, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota. Beberapa bangunan bahkan sudah rata dengan tanah.

Paralel dengan pelaksanaan tahap I, pengadaan tanah tahap II juga terus bergulir. Kemarin, TPT dan BPN Kota Kediri kembali memaparkan rencana pelaksanaan pengadaan tanah untuk penetapan lokasi (penlok) tahap II. Proyek untuk mengakomodasi penambahan lahan itu sebelumnya sudah berlangsung di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota, dan Kelurahan/Kecamatan Mojoroto.

“Yang penambahan lahan di Bujel sudah mau masuk tahap pengukuran. Ini kami sampaikan Insyaallah minggu depan bisa dilakukan pemasangan patok bidang, terus baru diukur,” urai Linanda.

Nanda menyebut total ada sekitar 170 bidang di Kelurahan Bujel yang terkepras tol di tahap II ini. Ratusan warga yang hadir pun beberapa kali mengajukan pertanyaan.

Salah satunya Marni—bukan nama sebenarnya. Meski juga terdampak di tahap I, perempuan paro baya itu mengaku masih kebingungan. Sebab, tanahnya belum dinilai seperti lokasi lain yang terdampak.

“Yang dipertanyakan ya ganti ruginya. Terus bagaimana kalau rumah itu hanya kena separo. Terus apa separonya nunggu selesainya yang tahap kedua ini. Tapi katanya semua itu menunggu KJPP atau appraisal-nya,” paparnya.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *