Pemkot Surabaya Tinggikan Jembatan Kupang Baru Untuk Atasi Genangan, Begini Pengerjaannya

Surabaya, (cokronews.com) —— Pemkot Surabaya terus berupaya mengurangi titik genangan. Salah satunya melalui pengerjaan peninggian beberapa wilayah. Termasuk jembatan di Jalan Kupang Baru, Kecamatan Sukomanunggal.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DSDABM Surabaya Adi Gunita mengatakan, proyek tersebut akan segera berjalan. Pasalnya, proses lelang sudah dimulai sejak akhir tahun lalu.

Saat ini pemenang tender sudah ditentukan. “Kita segera lakukan pengerjaan,” ujar Adi Gunita, Jumat (2/2)

Dia menjelaskan, proyek itu akan mengambil dari APBD 2024 Kota Surabaya. Nilainya sekitar Rp 4,9 miliar. Teken kontrak proyek sudah dilakukan pada Jumat (26/1) lalu.

“Pemenang tender dari Surabaya. Karena kita mendapat arahan dari dewan untuk memaksimalkan kontraktor yang ada di satu wilayah. Semuanya berkompeten,” ucapnya.

Peninggian jembatan di kawasan itu cukup krusial. Pasalnya, jalan tersebut kerap menjadi langganan banjir. Terutama saat intensitas hujan yang tinggi.

“Hal ini terjadi karena elevasi jalannya cekung atau lebih rendah. Sehingga, air meluber ke jalan saat hujan deras,” ungkap Adi.

Sementara itu, Camat Sukomanunggal Dwi Anggara Widya Sukma menuturkan, pihaknya pun terus gencar menanggulangi genangan pada musim hujan. Ada tiga titik genangan di Sukomanunggal yang menjadi perhatian. Salah satunya di Simo Hilir.

“Antisipasi genangan dengan meninggikan jembatan. Pengerjaan jembatan sudah selesai tahun lalu. Peninggian dinding penahan air juga sudah dilaksanakan,” terangnya.

Lokasi lain yang juga sering tergenang ada di Simo Mulyo. Salah satu antisipasinya, mengerjakan saluran dan paving dengan menggunakan dana kelurahan (dakel). Langkah ini pun berdampak positif.

Selain mengatasi genangan juga menguatkan gotong-royong warga. Kami juga giatkan kerja bakti pembersihan saluran di RT-RW,” katanya.

Selain itu, menurut Anggara, wilayah Donowati pun kerap tergenang saat hujan. Pihaknya telah mengantisipasi dengan berkoordinasi pihak terkait. Yakni, damkar dan dinas lingkungan hidup (DLH).

“Jika genangan tidak surut, penyedotan air dilakukan dinas tersebut,” urainya.

Camat Pakal Deddy Sjahrial Kusuma mengungkapkan hal senada. Wilayahnya masih terjadigenangan. Kecamatan Pakal terdapat sepuluh titik rawan genangan dan banjir.

“Sejak musim kemarau warga menormalisasi saluran. Anggaran dari dakel,” katanya. (Arifin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *