Kediri (cokronews.com) – (14/11/2025) Wakil Wali Kota Kediri menyampaikan bahwa sampah rumah tangga seharusnya tidak lagi dipandang sebagai persoalan semata, tetapi sebagai sumber daya yang bernilai. Hal ini disampaikannya saat membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Program Ketahanan Pangan Berbasis Sampah Rumah Tangga. Pelatihan tersebut digelar di Kelurahan Lirboyo pada hari Sabtu, 15 November 2025. Kegiatan ini menghadirkan Sujiman, Pendiri Rumah Kompos Kemuning, sebagai narasumber utama.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Kediri, yang akrab disapa Gus Qowim, menilai bahwa pelatihan ini adalah langkah konkret untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah. Ia mengakui bahwa masalah sampah bukan hanya dihadapi oleh Kota Kediri, tetapi juga oleh banyak daerah lainnya. Oleh karena itu, penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan upaya dari pemerintah daerah saja. Gus Qowim mengapresiasi inisiasi penanganan sampah oleh kelompok masyarakat (pokmas) di tingkat RT, RW, hingga kelurahan.
Gus Qowim menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kediri saat ini tengah fokus mendorong Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga yang terintegrasi dengan pengelolaan sampah rumah tangga. Program ini berorientasi pada pengurangan volume sampah, namun juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Ia berharap sampah mulai dipandang sebagai peluang dan bukan lagi sebagai beban lingkungan. Jika setiap wilayah mampu menangani sampah dari sumbernya, sampah tidak perlu menumpuk di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Menurut Gus Qowim, dengan inovasi dan kreativitas yang tepat, sampah dapat diubah menjadi sesuatu yang bernilai tinggi. Pengelolaan sampah yang baik akan menyelesaikan masalah lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa ini adalah saatnya memandang sampah sebagai sumber daya yang dapat dikelola dengan baik. Pemerintah Kota Kediri ingin masyarakat merasakan manfaat ganda dari program ini, yaitu kebersihan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan.
Dalam pelatihan ini, para peserta mendapatkan pembekalan praktik yang menyeluruh tentang pengelolaan sampah.
Materi yang diajarkan mencakup teknik pengomposan untuk sampah organik, hingga keterampilan pembuatan sapu dari botol bekas air mineral. Selain materi pengelolaan sampah, peserta juga menerima pengetahuan tambahan mengenai jenis-jenis narkoba. Pemberian materi ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan upaya pencegahan peredaran narkoba di lingkungan masyarakat sekitar.(adv)







