Pemda Sumbar Studi Tiru Metode Prebunking dalam Penginderaan Hoaks di Jatim

Surabaya (cokronews.com) ——Pemerintah Daerah (Pemda) Sumatera Barat (Sumbar) bersama 16 wartawan yang tergabung dalam Jaringan Pemred Sumbar melakukan kunjungan kerja ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Jawa Timur, Rabu (29/5/2024).

Kunjungan ini berfokus pada studi banding terkait penerapan metode prebunking dalam penginderaan hoaks, dengan tujuan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan informasi di Sumbar.

Rombongan tersebut diterima oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (Kabid IKP) Dinkominfo Jatim, Putut Darmawan di Ruang Argopuro, Diskominfo Jatim di Surabaya.

Dalam sambutannya, Putut menjelaskan pentingnya metode prebunking dalam mencegah penyebaran hoaks. “Prebunking adalah pendekatan proaktif untuk melawan hoaks dengan memberikan informasi yang benar sebelum hoaks menyebar luas. Metode ini telah membantu kami di Jawa Timur dalam membangun ketahanan informasi di masyarakat,” ujar Putut.

Putut Darmawan memaparkan berbagai inisiatif Dinkominfo Jatim dalam menerapkan metode prebunking. Program-program yang dijalankan mencakup kampanye literasi digital, pelatihan deteksi hoaks, dan kerjasama dengan media lokal untuk menyebarkan informasi yang akurat. “Kunci keberhasilan prebunking adalah edukasi yang berkelanjutan dan kolaborasi yang erat antara pemerintah, media, dan masyarakat,” tambahnya.

Rombongan tersebut diterima oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (Kabid IKP) Dinkominfo Jatim, Putut Darmawan di Ruang Argopuro, Diskominfo Jatim di Surabaya. Foto Ryan JNR
Diskusi intensif antara delegasi Sumatera Barat dan tim dari Dinkominfo Jatim menjadi bagian penting dari kunjungan ini. Mursalim, Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Pemprov Sumatera Barat, menyatakan antusiasmenya terhadap metode prebunking yang diterapkan di Jawa Timur. “Kami sangat terkesan dengan pendekatan proaktif yang diterapkan di sini. Kami berharap dapat mengadaptasi beberapa praktik terbaik yang telah diterapkan di Jawa Timur untuk meningkatkan kualitas informasi di Sumatera Barat,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari kunjungan kerja, delegasi Sumatera Barat juga dikenalkan secara singkat tentang teknik-teknik prebunking dan deteksi hoaks. Sesi ini dipandu oleh tim ahli dari Dinkominfo Jatim dan mencakup simulasi kasus hoaks serta cara menyebarkan informasi yang benar secara efektif. Para wartawan dan pejabat Pemda Sumbar diajak untuk berpartisipasi aktif dalam simulasi ini, memberikan mereka pemahaman praktis tentang bagaimana menangani informasi palsu.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat kerjasama antara Sumatera Barat dan Jawa Timur dalam menangani hoaks dan meningkatkan literasi digital di masyarakat. Delegasi Sumatera Barat berencana untuk mengimplementasikan metode prebunking dengan penyesuaian sesuai kondisi lokal. “Kami akan mengembangkan program-program literasi digital yang lebih komprehensif dan melibatkan berbagai pihak untuk memastikan keberhasilan metode prebunking di Sumatera Barat,” jelas Mursalim.

Kunjungan kerja ini merupakan langkah penting dalam memperkuat kolaborasi antar daerah dalam menghadapi tantangan informasi di era digital. Dengan pertukaran pengetahuan dan pengalaman, diharapkan kedua daerah dapat meningkatkan ketahanan terhadap hoaks dan membangun masyarakat yang lebih cerdas dalam mengelola informasi. “Ini adalah awal dari kerjasama yang lebih erat dan berkelanjutan antara Sumatera Barat dan Jawa Timur dalam bidang komunikasi dan informatika,” tutup Putut Darmawan. (MC Diskominfo Prov Jatim /Arifin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *