Pagelaran Wayang Menyambut Hari Jadi Kabupaten Kediri Ke-1220

Kediri (cokronews.com) — Tidak hanya saat suroan saja, seni pagelaran wayang juga ada dikala menyambut Hari Jadi Kabupaten Kediri, yang mana pada pagi hari diadakannya ritual Mapag Banyu Suci.

Di pagi hari Ir. Adi Suwignyo selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri menyampaikan, “Ini merupakan prosesi tahunan mengambil air suci, merupakan rangkaian hari jadi jatuh pada 25 Maret nanti.”

Kegiatan mengambil air dari tujuh sumber di Bumi Panjalu yang bakal digunakan untuk ritual pembasuhan. Sebelumnya diawali dari mata air di Adipati Panjer, berada di Desa Panjer Kecamatan Plosoklaten. Kemudian puncaknya dilakukan pengambilan air Wisata Religi Sendang Tirto Kamandanu Desa Menang Kecamatan Pagu, Jumat pagi.

“Pengambilan air di tujuh sumber di Kabupaten Kediri ini jadi permulaan dari seluruh rangkaian Hari Jadi Kabupaten Kediri,” terang Adi Suwignyo.

Acara pun dilanjutkan malam hari dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk, bersama Ki Gatot Wicaksono dengan lakon Senopati Pinilih di Halaman Sendang Tirtokamandanu (8/3/2024).

Mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Camat Pagu Nuning Zahro didampingi Kepala Desa Menang, Linda Endrawati sebelum pagelaran wayang dimulai,

“Kegiatan malam ini adalah kegiatan dalam rangka menyongsong Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1220 Tahun. Berharap ke depannya Kabupaten Kediri tetap guyub rukun dan kondusif, tentram dan seluruh warganya kecukupan di bawah kepimpinan Mas Dhito sapaan akrab Bupati Kediri,” jelasnya saat sambutan.

Pagelaran wayang sendiri tidak hanya sebagai hiburan semata, akan tetapi wayang juga sebagai bayangan atau cerminan. Dalam wayang cerminan kehidupan kita dalam sehari-hari, didalamnya ada cerita kebaikan dan keburukan.

Selain itu di tempat yang sama Kabid Kesenian Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri, Nurvika Maharani, S.STP.,MM. menjelaskan,

“Untuk kedepannya rangkaian hari jadi mulai 1 Maret sampai 31 Mei 2024. Makanya pengambilan air mata suci 7 titik kita majukan, acaranya juga berjalan lancar dengan baik. Dan juga sebagai nguri-nguri budaya jawa, mulai dari wayangan ini, juga akan ada ketoprak dan ludruk,” ungkapnya.

Acara wayangan berjalan lancar hingga larut malam dengan mengangkat cerita Wahyu Senopati, dari Gatot Kaca seorang kesatria, bahwa cerita menunjukan kebaikan. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *