Berita  

MUI Kabupaten Probolinggo Perkuat Sinergi Ulama dan Umaro

CokroNews PROBOLINGGO – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo menggelar halal bihalal dan konsolidasi organisasi dalam momentum Idul Fitri 1447 Hijriyah dengan mengusung tema “Sinergi Ulama dan Umaro untuk Probolinggo SAE”, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH. Abdul Wasik Hannan bersama jajaran pengurus, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Abdul Ghafur serta perwakilan Forkopimda Kabupaten Probolinggo.

Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH. Abdul Wasik Hannan menyampaikan momentum halal bihalal tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan untuk memperkuat konsolidasi internal organisasi.

“Halal bihalal dan konsolidasi ini kita manfaatkan untuk merapatkan barisan, sekaligus menata ulang apa-apa yang selama ini sudah positif agar ke depan bisa lebih baik dan lebih positif lagi,” ujarnya.

Kiai Wasik juga menekankan pentingnya kemitraan antara MUI dan pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat dan tetap berlandaskan nilai-nilai syariat Islam.

“Selama ini MUI memang bermitra dengan pemerintah, tetapi kami ingin kemitraan itu betul-betul melahirkan kebijakan yang sesuai dengan keinginan masyarakat dan tentunya tidak melenceng dari syariah,” tegasnya.

Terkait potensi penyebaran aliran menyimpang, Kiai Wasik memastikan kondisi di Kabupaten Probolinggo masih relatif kondusif. Namun demikian, pihaknya tetap melakukan langkah antisipasi agar wilayah tersebut tetap terjaga dari ajaran yang tidak sesuai dengan syariat Islam.

“Alhamdulillah di Kabupaten Probolinggo sementara ini bisa dikatakan tidak ada, tetapi kami tetap mengantisipasi agar Kabupaten Probolinggo terselamatkan dari ajaran-ajaran yang melenceng dari syariat Islam,” tambahnya.

Sementara Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Probolinggo Abdul Ghafur mengatakan kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat hubungan antara ulama dan umaro dalam mendukung pembangunan daerah.

“Momentum halal bihalal ini bukan hanya sebagai ajang saling memaafkan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi serta memperkokoh sinergi antara ulama dan umaro dalam membangun Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Menurutnya, tema yang diangkat memiliki makna penting karena ulama berperan sebagai penjaga nilai moral dan keagamaan, sementara umaro sebagai penyelenggara pemerintahan. “Keduanya merupakan pilar penting dalam menciptakan masyarakat yang religius, harmonis dan sejahtera,” jelasnya.

Ghafur menambahkan pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga membutuhkan penguatan nilai spiritual dan akhlak masyarakat. Dalam hal ini, MUI memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah.

“Melalui forum ini kami berharap terbangun komunikasi yang semakin solid, terwujud kesamaan langkah dalam menjaga kerukunan umat serta meningkatnya peran aktif ulama dalam mendukung program pembangunan menuju Probolinggo SAE,” imbuhnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi titik penguatan komitmen bersama antara ulama dan pemerintah daerah untuk berjalan beriringan dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera, religius dan berdaya saing.