Maksimalkan Penerimaan Negara, Bapenda Madiun Gandeng Kejaksaan-Kepolisian Edukasi WP

Madiun (cokronews.com) —– Kepatuhan wajib pajak (WP) melaporkan aktivitas transaksi usahanya terus ditingkatkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Madiun. Itu dibuktikan dengan kunjungan ke sejumlah WP, Kamis (21/3/2024).

Bersama petugas dari kejaksaan dan kepolisian, WP baik dari sektor usaha restoran maupun mineral bukan logam dan batuan (MBLB) ditinjau aktivitas usahanya serta diberikan pembinaan.

‘’Diberikan sosialisasi dan edukasi agar selalu patuh dan jujur melaporkan kewajiban perpajakannya dengan benar sesuai realita yang ada,’’ ungkap Kepala Bapenda Kabupaten Madiun M. Hadi Sutikno.

Tim terbagi dalam dua rombongan. Rombongan pertama yang beranggotakan Bapenda dan kejaksanaan menyisir WP sektor MLBB.

Dari peninjauan, dua usaha tambang di Gemarang dan Saradan tidak beroperasi. Menyisakan di Kecamatan Mejayan saja.

‘’Bersama APH selanjutnya kami bina terkait kewajibannya lapor dan membayar pajak,’’ bebernya.

Rombongan kedua beranggotakan Bapenda dan kepolisian menyasar restoran dan rumah makan.

Sedikitnya empat pemilik restoran di Kecamatan Dungus, Wungu, dan Jiwan didatangi. Mereka diingatkan kewajiban melaporkan pajak.

Pemilik restoran sempat ditanyai pendapatan, ketidaksesuaian laporan, hingga alasan tidak menyetorkan laporan pajak.

‘’Bersamaan itu, kami jelaskan konsekuensi jika tidak patuh pajak bisa dikenai sanksi administratif dan pidana dibantu dengan kepolisian dan kejaksaan,’’ tegasnya.

Sementara itu, realisasi pajak untuk sektor tersebut sejatinya melebihi target. Realisasi pajak sektor MBLB tercapai 109,84 persen atau Rp 82,3 miliar dari target Rp 75 juta.

Begitu juga pajak restoran. Target Rp 3,5 miliar tercapai Rp 4,2 miliar atau 122,65 persen. Dengan meningkatnya kepatuhan WP harapannya pendapatan dari sektor tersebut meningkat.

‘’Kegiatan seperti ini akan sering kami lakukan untuk optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD),’’ imbuhnya.

Pemilik Usaha Sate Gule Dungus Hendra Wahyudi berdalih belum melakukan pelaporan dan pembayaran pajak lantaran tidak mau ribet.

Dengan pembinaan yang digelar Bapenda, kewajiban tersebut mau tidak mau nantinya bakal tetap dipenuhi.

Apalagi petugas Bapenda sudah bersedia memberikan link layanan pelaporan dan konsultasi. ‘’Ke depan kewajiban pajak akan kami penuhi,’’ tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *