Liputan Khusus Ramadan : Masjid Qoobah dengan Desain Minimalis yang Memanjakan Mata

Kediri (cokronews.com) — Memanfaatkan lahan yang tidak terlalu luas, masjid ini memilih desain yang minimalis. Namun, tak menghilangkan kesan mewah dengan kubah paduan warna putih dan emas. Kubah ini terinspirasi dari Masjid Nabawi di Arab Saudi, Kamis (21/3/21024).

Masjid ini berdiri di tepi jalan nasional, yang menghubungkan Kediri dan Tulungagung. Tepatnya ada di Desa Nyawangan yang masuk Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Hanya berjarak satu kilometer dari perbatasan dua kabupaten ini, ke arah utara.

Karena berada di tepi jalan, wajar bila Masjid Qoobah dengan desain minimalis namun megah ini jadi jujukan para pengendara bila ingin melaksanakan salat maupun sekadar beristirahat. Karena alasan dibangunnya masjid ini juga karena untuk memudahkan para musafir mencari tempat ibadah maupun beristirahat ketika melewati jalur ini.

Masjid ini dibangun oleh seorang pengusaha kubah masjid di Ngadiluwih. Yang kemudian diwakafkan ke Yayasan Bahagia Berbagi Bersama, pengelola masjid.

“Masjid ini bertujuan memudahkan musafir yang kesulitan mencari masjid ketika dalam perjalanan,” terang Benny, seorang pengurus Yayasan Bahagia Berbagi Bersama.

Yang menarik, menurut cerita Benny, ide pembangunan masjid ini berawal dari mimpi sang pemberi wakaf, Wahyu Agus Hariadi. Saat itu, sang pengusaha asal Trenggalek tersebut bermimpi membangun masjid.

“Akhirnya beliau mewujudkan mimpinya itu, membangun masjid di tempat ini,” terang pria yang enggan menyebut nama lengkapnya ini;

Proses pembangunan masjid ini berlangsung pada 2019. Namun, sempat terhenti akibat pandemi Covid-19 serta sang pemberi wafat meninggal dunia. Setelah itu, masjid tetap dibangun sedikit demi sedikit. Serta diresmikan 26 Desember 2021.

Bangunan masjid ini memang tidak terlalu luas. Hanya berdiri di lahan berukuran 20 meter x 20 meter. Karena itulah desain arsitekturnya dibuat modern minimalis. Meskipun tak menghilangkan kesan megah.

Salah satu yang khas dari masjid ini adalah kubahnya. Dibuat mirip seperti kubah di Masjid Nabawi. Berwarna putih dan emas, dengan garis tengah mencapai sembilan meter.

Akses ke ruang dalam masjid adalah pintu kaca. Bagian atas pintu masuk ini dihiasi dengan ukiran berbentuk bunga. Juga ada logo masjid di bagian ini.

Bagian mihrab memiliki desain elegan dengan dominasi warna keemasan. Tempat imam salat ini meruncing di bagian atas. Bagian yang lancip itu menyambung dengan ornamen berwarna emas dengan bentuk hiasan kelopak bunga. Logo masjid berupa tulisan Qoobah di bawah gambar kubah juga terpasang di tengah ornamen.

Laiknya mihrab, ada mimbar yang digunakan untuk khotbah. Terbuat dari kayu jati dengan ukiran berwarna putih.

Karena dedesain sebagai masjid untuk musafir, ada tempat khusus bagi mereka yang beristirahat sebentar. Ruangan kecil ini bersebelahan dengan kamar mandi dan tempat wudu pria.

Sementara, tempat wudu wanita ada di sisi kanan. Dibatasi taman kecil berumput serta bunga anggrek. Taman kecil ini bisa jadi bermain bagi anak-anak serta spot foto.

Masih terkait fasilitas untuk musafir, ada dispenser yang disediakan. Letaknya di selatan pintu masuk. Di sini jemaah bisa membuat minuman panas atau dingin secara mandiri. Karena telah disediakan aneka minuman dalam saset serta air putih. Juga, ada snack serta roti yang bisa disantap.

Secara keseluruhan, Masjid Qoobah terdiri dari dua lantai. Tangga untuk menunju ke lantai atas berada di sisi kanan pintu utama. Pegangan tangga dari besi yang dihiasi ukiran warna emas.

Dari lantai dua ini, jemaah bisa melihat sisi dalam kubah dengan lebih jelas. Sisi dalam kubah ini berhias gambar bunga teratai serta kaligrafi surat Al Ikhlas. Juga, ada tulisan Asmaul Husna yang tertulis di bagian bawah kubah.

Ada delapan pilar yang seolah-olah menyangga lantai dua. Dihiasi lampu berwana kuning di masing-masing pilar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *