Jateng Jadi Motor Program MBG Nasional, Mencapai Penerima Tembus 96,98 Persen

Semarang – Provinsi Jawa Tengah dinilai menjadi motor pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara nasional. Hingga 27 Februari 2026, capaian penerima manfaat di provinsi ini telah menembus 96,98 persen dari total sasaran.

Hal tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (3/3/2026). Rapat dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan dan dihadiri Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana serta para kepala daerah se-Jawa Tengah.

Berdasarkan data mutakhir, potensi penerima sasaran MBG di Jawa Tengah mencapai 9.639.459 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.348.898 orang telah menerima manfaat atau setara 96,98 persen.

Jumlah penerima manfaat terdiri atas 8.464.875 siswa TK hingga SMA, 93.045 ibu hamil, 204.305 ibu menyusui, serta 549.759 balita.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan, keberhasilan program MBG di Jawa Tengah menjadi indikator penting keberhasilan secara nasional.

“Rupanya Jawa Tengah ini semua juaranya. Juara MBG, Kopdes, dan juara swasembada pangan,” ujarnya.

Menurut pria yang akrab disapa Zulhas tersebut, MBG bukan sekadar program pemenuhan gizi, tetapi merupakan strategi besar dalam membangun sumber daya manusia, sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat melalui pelibatan petani, peternak, nelayan, UMKM, hingga koperasi desa.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, MBG merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat ekonomi daerah.

“Program MBG bukan sekadar pemberian makan bergizi. Ini investasi strategis membangun sumber daya manusia,” kata Luthfi.

Dari sisi infrastruktur, Jawa Tengah memiliki 3.741 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang terdiri atas 34 SPPG TNI, 12 SPPG pondok pesantren, 3.628 SPPG mitra, dan 67 SPPG Polri. Seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah juga telah memiliki Surat Keputusan (SK) Satuan Tugas MBG.

Sebagai lumbung pangan nasional, Jawa Tengah menargetkan produksi padi pada 2026 sebesar 10,55 juta ton gabah kering giling (GKG), atau meningkat 12,22 persen dibandingkan realisasi 2025.

“Kami siap menopang swasembada pangan nasional, sekaligus memastikan keberlanjutan program MBG di Jawa Tengah,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas SPPG Kabupaten Boyolali turut mengikuti rapat koordinasi tersebut.

Dengan capaian yang mendekati 100 persen serta dukungan infrastruktur yang kuat, Jawa Tengah diharapkan terus menjadi penggerak utama keberhasilan Program MBG di tingkat nasional.

Leave a Reply