Jember – Sejumlah indeks ekonomi Kabupaten Jember, Jawa Timur, di atas rata-rata Jawa Timur. Namun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) perlu ditingkatkan.
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember adalah 5,47 persen di atas rata-rata provinsi Jawa Timur, 5,33 persen. Rasio gini Jember juga lebih rendah dibandingkan Jawa Timur, yakni 0.368.
“Artinya pemerataan Jember lebih merata daripada rata-rata di Jawa Timur,” kata Imam Hidayat, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2027, di Pendapa Wahyawibawagraha, Senin (9/3/2026).
Sementara tingkat kemiskinannya berada di peringkat 17 dari 38 kabupaten dan kota, yakni 8.67 persen pada Maret 2025. Tingkat kemiskinan di Jember ini lebih baik daripada Jatim yang mencapai 9, 5 persen. “Artinya yang dilakukan ini sudah luar biasa, karena menurunkan tingkat kemiskinan tidak mudah,” kata Imam.
Penurunan angka kemiskinan tidak bisa dilakukan satu sektor saja. “Seluruh sektor harus ikut, apakah pendidikan, apakah pertanian dalam arti luas, perindustrian, perdagangan. Bahkan sampai bagaimana kemudian rekayasa sosial yang harus dilakukan untuk menurunkan angka kemiskinan ini,” kata Imam.
Sememtara itu rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka adalah 4,74 persen. Angka ini masih di bawah Provinsi Jawa Timur (3,71 persen) dan Jember (3,07 persen). “Artinya track strategi yang dilakukan saat ini sudah berhasil, yakni bagaimana meningkatkan pertumbuhan ekonomi, bagaimana menurunkan angka kemiskinan. Ini yang disebut dengan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” kata Imam.
Dalam hal ini, lanjut Imam, pemerintah tidak hanya mengejar pertumbuhan yang tinggi semata. “Tapi bagaimana kemudian dapat bermanfaat untuk masyarakat, salah satunya kita lihat di data penurunan pengangguran terbuka atau TPP,” katanya.
Namun, Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Jember masih pada 71,57. “Apa yang membuat ini? Salah satunya adalah pendidikan. Maka kita coba untuk meningkatkan sektor ini agar lebih maju lagi ke depan,” kata Imam.
Imam mengatakan, kondisi demografi juga mempengaruhi kondisi pendidikan di Jember. “Bagaimana kemudian rata lama sekolah, aksesibilitas terhadap pendidikan, khususnya di daerah-daerah yang berada di wilayah Selatan.
“Tentunya kita harapkan nantinya, ketika ada infrastruktur yang memperkuat wilayah selatan mulai dari Pacitan sampai Banyuwangi, bisa mendorong lebih tinggi lagi pemerataan untuk pendidikan,” kata Imam.
Sektor kesehatan di Jember juga perlu dibenahi, terutama tengkes atau stunting. “Stunting itu tidak bisa berdiri sendiri. Banyak yang mempengaruhi, antara lain tingkat pendidikan, dan dispensasi nikah,” kata Imam.
Dispensasi nikah (diska) adalah izin resmi yang diberikan Pengadilan Agama (bagi Muslim) atau Pengadilan Negeri (bagi non-Muslim) kepada calon suami/isteri yang usianya belum mencapai 19 tahun sebagaimana UU Nomor 16 Tahun 2019—untuk melangsungkan pernikahan secara sah.
Menurut Imam, diska Jember terbanyak kedua setelah Kabupaten Malang. “Ketika pasangan suami istri belum siap untuk menikah, maka kebanyakan adalah salah pengasuhan kepada keturunannya. Karena stunting tidak hanya berdasarkan pemenuhan gizi semata. Tapi pola asuh ini juga mempengaruhi,” katanya.
Imam menyebut Jember dianugerahi banyak sumber daya yang bisa dikembangkan lebih lanjut menjadi keunggulan komparatif luar biasa pada masa mendatang. “Kita melihat bahwa apa yang sudah dilakukan ini bergerak ke arah yang lebih baik,” katanya.
“Sebetulnya kalau kita menyandingkan data, memang kadang-kadang ini fair atau tidak sih dibandingkan seperti ini. Daerah yang mempunyai penduduk sedikit dengan infrastruktur yang sudah mapan dibandingkan dengan Jember yang apa kondisi nyatanya seperti ini,” kata Imam.
“Tapi apa yang dilakukan Jember dengan kondisi seperti ini berjalan ke arah yang lebih maju adalah suatu pencapaian yang sebetulnya patut kita apresiasi dan patut kita dukung. Bagaimana kemudian Jember betul-betul mewujudkan pembangunan lebih maju dan bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat,”













