Edukasi Pemilu pada Mahasiswa, Kominfo Jatim Gelar Kegiatan Literasi Demokrasi Digital

Surabaya (cokronews.com) —— Guna mengedukasi para mahasiswa terkait Pemilihan Umum (Pemilu) yang sebentar lagi akan berlangsung, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur (Kominfo Jatim) menggelar kegiatan Literasi Demokrasi Digital, di kampus STIKOSA-AWS, Surabaya, Rabu (31/1/2024).

Kegiatan literasi bertajuk ‘Pemilih Pemula, Generasi Muda Masa Depan Bangsa’ tersebut, diikuti sekitar 200 peserta yang meliputi mahasiswa dari berbagai universitas dan siswa SMA/SMK di Surabaya. Turut hadir pula, dua orang pembicara dalam kegiatan, yakni Ketua STIKOSA-AWS, Jokhanan Kristiono, dan Komisioner Divisi Data dan Informasi KPU Provinsi Jawa Timur, Nurul Amalia.

Mewakili Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi Publik Dinas Kominfo Jatim, Assyari. Dalam sambutannya, Ia menyampaikan, Pemilu 2024 akan melibatkan sebanyak 204 juta pemilih, dimana jumlah tersebut, mengalami kenaikan signifikan sebesar 12% dari Pemilu 2019.

“Kemenkominfo mencatat tingkat penetrasi internet sebesar 78%, dengan 153,7 juta pengguna media sosial berusia 18 tahun ke atas, yang aktif secara daring, dengan rata-rata menggunakan media sosial selama enam jam per hari,” sebut Assyari.

Lebih lanjut, Assyari menerangkan, berdasarkan rilis survei opini publik proyeksi dan mitigasi penyebaran gangguan informasi dalam Pemilu 2024, oleh Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS (2023), menunjukkan bahwa, media televisi masih menjadi sumber rujukan utama untuk mendapatkan berita politik sebesar 73,9% , lalu diikuti oleh aplikasi-aplikasi media sosial seperti Whatsapp sebesar 54,3%, Youtube 51,1% dan Facebook 48,7%.

“Oleh karenanya, era digital seharusnya berada di genggaman untuk kita kendalikan, bukan kita yang sebaliknya dikendalikan. Yakni dengan menjaga ruang digital itu, dan berusaha untuk ikut terlibat serta menggerakkan orang-orang supaya turut memproduksi kebaikan dan konten positif di setiap aktivitas digital kita,” terangnya.

Maka, Assyari mengimbau, supaya penguatan literasi digital terus ditingkatkan, khususnya pada empat pilar gerakan literasi digital nasional yaitu cakap bermedia digital, aman bermedia digital, budaya bermedia digital dan etika bermedia digital. Dengan kegiatan ini, Assyari berharap masyarakat khususnya para generasi muda bisa lebih bijak dalam menggunakan internet dan media sosial, terutama di masa menjelang Pemilu 2024 ini.

“Karena suara dari kalian para generasi muda itu sangat penting, mudah-mudahan forum kegiatan literasi demokrasi digital ini informasinya bisa dimanfaatkan dan bisa disosialisasikan informasinya lebih luas. Jangan sampai tertangkap dalam berita hoaks apalagi terjebak, patuhi aturan supaya aman bermedsos dan jangan golput pastikan anda memilih yang terbaik untuk masa depan bangsa kita,” imbaunya.

Sementara itu, salah satu peserta kegiatan, seorang mahasiswi asal Universitas Ciputra bernama Antonia Nicoletta Irawan mengatakan, dengan mengikuti kegiatan ini Ia mengaku bisa membuka wawasan baru terkait Pemilu di era digital.

“Saya bisa mempunyai insight baru, karena kita bisa jadi smart voter, supaya lebih pintar dalam memilih pasangan calon atau Paslon nanti selama Pemilu. Ke depan, saya harap semoga lebih banyak lagi kegiatan seperti ini, karena saat ini masih banyak anak-anak muda yang masih belum terlalu peduli dengan politik, khususnya terkait Pemilu,” kata Nicoletta, yang diketahui seorang mahasiswa semester empat jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Ciputra tersebut.

Senada dengan temannya, yang juga mahasiswi semester empat jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Ciputra, bernama Almas Soraya Najahah mengatakan, dengan mengikuti kegiatan ini, pihaknya mengaku jadi lebih mengetahui cara memilih dan mencari informasi profil kandidat Paslon dalam Pemilu, sehingga menjadi tergerak untuk tidak golput.

“Acara seperti ini jadi bisa mengetahui dan mematangkan profil Capres dan Cawapres, saya harap ke depan semoga acara seperti ini diperbanyak di universitas supaya masyarakat lebih bijak untuk memilih,” pungkas Almas. (Arifin/Kominfo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *