Berita  

Dorong Pertumbuhan Daerah, Gubernur Khofifah Tegaskan Pentingnya Pembangunan Infrastruktur Bermutu Tinggi demi Layanan Publik dan Ekonomi Jatim

Surabaya (cokronews.com) —- Berdasarkan hasil pengukuhan Forum Jasa Konstruksi Provinsi Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa sektor jasa konstruksi memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi sekaligus fondasi utama infrastruktur yang berkelanjutan. Dalam agenda Expo Konstruksi Jawa Timur 2026 yang digelar di Grand City Exhibition Hall Surabaya, Gubernur Khofifah mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi demi mendongkrak daya saing Jawa Timur yang saat ini menyumbang sekitar 14,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Sektor konstruksi saat ini dituntut untuk terus adaptif terhadap pesatnya perkembangan teknologi modern, mulai dari digitalisasi, Building Information Modeling (BIM), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), hingga penerapan konstruksi hijau (green construction). Guna menghadapi tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi resmi membentuk Forum Jasa Konstruksi Periode 2026–2029 melalui Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1 / 331 / 013 / 2026 yang diproyeksikan menjadi mitra strategis dalam merumuskan kebijakan serta mendongkrak kompetensi SDM daerah.

Apresiasi dan Penghargaan Sektor Permukiman

Pada momentum yang sama, Gubernur Khofifah didampingi Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak turut menyerahkan penghargaan kepada sejumlah pemerintah daerah serta pelaku usaha swasta yang dinilai memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan kawasan perumahan:

  • Kategori Penanganan Kawasan Kumuh Terpadu dan Terintegrasi Terbaik: Kabupaten Pacitan, Kabupaten Tuban, dan Kabupaten Nganjuk.
  • Kategori Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) APBD Terbaik: Kota Surabaya, Kabupaten Bojonegoro, dan Kabupaten Mojokerto.
  • Kategori Pengembang Rumah Subsidi MBR Terbanyak: PT Irfai Berkah Sejahtera, PT Kinansyah Adi Jayaland, dan PT Kokoh Exa Nusantara.

Melalui sinergi yang kokoh antara jajaran pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan asosiasi profesi ini, Pemprov Jatim optimistis mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih luas sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan infrastruktur yang aman dan terintegrasi di masa depan.