Diskominfo Jatim Gelar Rapat Strategic Alignment Forum Dukung Indonesia Emas 2045

Banyuwangi (cokronews.com) ——

Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur (Diskominfo Prov Jatim) menggelar Rapat Strategic Alignment Forum Tahun 2024 dengan tema Jatim Digital Mendukung Indonesia Emas 2045 di El-Hotel Banyuwangi, 5 – 6 Pebruari 2024.

Rapat dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Setdaprov Jatim, Akhmad Jazuli mewakili Sekdaprov. Jatim. Kegiatan diikuti 172 peserta, kepala – pejabat Diskominfo dan Bappeda kabupaten kota di Jatim serta Pejabat Struktural – Fungsional Diskominfo Jatim. 

Asisten Administrasi Umum Setdaprov Jatim, Akhmad Jazuli dalam sambutannya mengatakan, Indonesia akan menghadapi mega tren pada 2045, teknologi akan menggantikan 40% pekerjaan eksisting saat ini.  Perkembangan Artificial Intelegence, Internet of Things, Big DataData Science dan Cyber Security adalah hal-hal yang tidak dapat dihindari di masa depan, sehingga membangun ekosistem sistem transformasi digital merupakan keharusan sebagai upaya untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan membangun pelayanan publik berbasis digital yang lebih baik.

Untuk itu diperlukan penyusunan strategi dalam mengatasi ancaman keamanan cyber dan pengambilan keputusan pemerintah yang lebih tepat sasaran dengan berbasis data oleh karena itu penguatan pondasi dalam konteks transformasi digital sangat penting karena membentuk dasar yang kuat untuk keberhasilan perubahan tersebut.

“Penguatan pondasi konteks transformasi digital meliputi ketahanan sistem keamanan informasi, manajemen data yang efektif, integrasi sistem, fleksibilitas dan adaptabilitas serta efisiensi operasional. Pokoknya kita tahu Dinas Kominfo ini adalah lembaga yang sangat strategis karena di era digital ini semua OPD dan kepala daerah sangat membutuhkan ketergantungan dengan Diskominfo,” kata Akhmad Jazuli.

Dipaparkannya penting  saat ini untuk menyusun arah pembangunan digital Jawa Timur menyesuaikan dengan rencana pembangunan jangka menengah 5 tahunan dan Visi Indonesia Tahun 2045 mulai dari membangun infrastruktur digital sebagai pondasi mengembangkan ekosistem digital hingga memperkuat pilar-pilar digital seperti pemerintahan digital, ekonomi digital dan masyarakat digital itu sendiri. Semua dapat dicapai jika dimulai dari perencanaan transformasi digital yang akuntabel, futuristik serta terukur dengan beberapa indikator untuk dapat mengetahui capaian efektivitas pembangunan digital. Pada pilar masyarakat digital indikator yang dapat digunakan adalah Indeks Masyarakat  Digital Indonesia (IMDI). 

“Nilai Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) Provinsi Jawa Timur tahun 2023 menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dari 39,42 pada tahun 2022 menjadi 45,59 pada tahun 2023, angka ini melebihi rata-rata nasional yaitu 43,18. Kita  harus terus meningkat karena mempresentasikan keberhasilan transformasi digital yang berdampak langsung bagi pembangunan masyarakat digital. Nilai IMDI Jawa Timur merupakan agregat dari penilaian kabupaten dan kota di wilayah Jawa Timur sehingga diperlukan sinergi dari semua kabupaten kota untuk dapat bersama-sama meningkatkan nilai IMDI dan membangun ekosistem masyarakat digital di Jawa Timur,” paparnya.

Asisten Akhmad Jazuli juga mengatakan Pemprov Jatim  memberikan apresiasi  kepada pemerintah kabupaten – kota di Jawa Timur, atas capaian Indeks Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE), rata-rata sebesar 3,53  pada tahun 2023 meningkat 1,19 poin dari tahun 2022 sebesar 2,34. Indeks SPBE Jawa Timur mengalami peningkatan menjadi 3,62 dengan nilai tertinggi berada pada domain layanan SPBE sebesar 4,88. 

“Hal ini menunjukkan bahwa kita semua, baik pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten kota telah on the track dalam bertransformasi digital, tidak hanya menjadi tujuan tetapi telah menjadi way of life dalam melaksanakan administrasi pemerintahan dan pelayanan publik,” terangnya.

Komitmen Pemprov Jatim dalam mewujudkan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik antara lain dengan mengeluarkan kebijakan melalui Peraturan Gubernur tentang SPBE dan Peraturan Gubernur  tentang sistem Manajemen Keamanan Informasi SPBE. Dalam implementasi SPBE yang mendukung reformasi birokrasi tematik, Pemprov Jatim memiliki banyak layanan administrasi pemerintahan maupun layanan administrasi publik yang kedepan akan dikembangkan dalam satu sistem layanan terintegrasi, sehingga masyarakat dapat menikmati berbagai layanan pada satu portal layanan digital. Hal ini sesuai dengan yang diamanatkan pada Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023 tentang Percepatan Transformasi Digital dan Keterpaduan Layanan Digital Nasional.

“Dalam rangka mencapai Keterpaduan Layanan Digital Nasional, akan dilakukan percepatan transformasi digital melalui penyelenggaraan aplikasi SPBE prioritas dengan mengutamakan integrasi dan interoperabilitas. Selanjutnya peran kita sebagai pemerintah daerah adalah mendukung percepatan tersebut melalui pemanfaatan aplikasi SPBE prioritas,” pungkasnya. 

Kepala Dinas Kominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin sebelumnya dalam laporan kegiatan mengatakan kegiatan Rapat Strategic Alignment Forum Tahun 2024 ini bertujuan sebagai bentuk koordinasi dan bagian dari upaya sinergitas pelaksanaan program dari pemerintah pusat hingga ke pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai kepanjangan tangan Pemerintah Pusat di daerah berupaya untuk melakukan penggabungan gagasan secara vertikal dan berkolaborasi untuk penyelenggaraan kegiatan strategis di di Jawa Timur yang dapat menjadi stimulan pembangunan daerah.

“Tujuannya adalah untuk menyamakan persepsi terhadap definisi dan upaya peningkatan capaian indikator kinerja, serta perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan di bidang komunikasi dan informatika,” kata Kadis Sherlita.

Dalam rapat ini juga diisi dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh narasumber yaitu : 1. Sosialisasi Indeks Masyarakat Digital Indonesia oleh Kepala Puslitbang Aptika IKP BPSDM Kementerian Kominfo RI. 2. Penajaman pemahaman faktor yang mempengaruhi perhitungan Indeks Masyarakat Digital Indonesia oleh Tim Peneliti Puslitbang Aptika IKP BPSDM Kementerian Kominfo RI. 3. Sosialisasi Program Digital Talent Scholarship (DTS) oleh Kepala BPSDMP Kominfo Surabaya. 4.

Pembahasan dan Diskusi Rencana Strategis Ekosistem Transformasi Digital Indonesia dan Implementasi di Daerah Utamanya di Jawa Timur oleh Koordinator di Direktorat Kelistrikan dan Teknologi Informasi Kementerian PPN / Bappenas RI. 5. Sosialisasi Perkembangan Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Konkuren Bidang Komunikasi dan Informatika oleh Koordinator di Biro Perencanaan Kementerian Kominfo RI. 6. Sosialisasi dan Pemahaman Penerapan Indeks SPBE oleh Asisten Deputi Perumusan Kebijakan dan Koordinasi Penerapan SPBE Kementerian PAN RB. Terakhir Paparan Best Practice Penerapan SPBE di Pemkab Banyuwangi oleh Kadis Kominfo Banyuwangi.  (Arifin/Kominfo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *