Kediri (cokronews.com) —– (03/09/2025) Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito), menegaskan bahwa proyek-proyek pembangunan utama di Kabupaten Kediri, khususnya pembangunan stadion dan penyelesaian pasar, akan terus berjalan meskipun terjadi penyesuaian anggaran akibat kerusuhan yang melanda daerah tersebut pada akhir Agustus 2025.Kerusuhan tersebut diketahui menyebabkan sejumlah gedung perkantoran milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, termasuk Gedung DPRD, hangus terbakar dan asetnya dijarah.
Mas Dhito mengakui adanya beberapa penyesuaian anggaran sebagai respons terhadap kerusakan tersebut. Meskipun pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan membangun kembali gedung-gedung yang terdampak, Pemkab Kediri harus memprioritaskan pengadaan meubelair, peralatan, dan sarana kerja pegawai seperti komputer dan alat tulis untuk mengisi kantor yang baru.”Kebutuhan yang memang sifatnya mendasar, seperti komputer, alat tulis, belum lagi gaji (pegawai), itu kita prioritaskan terlebih dahulu,” terang Mas Dhito.Prioritas pengadaan sarana dan prasarana kantor ini berpotensi mengakibatkan penyesuaian pada anggaran daerah, namun ia menekankan bahwa hal ini tidak akan membatalkan proyek-proyek pembangunan yang sedang berjalan.
Pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati tahap kedua dilaporkan terus berjalan sesuai rencana. Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Joko Rianto, menyampaikan bahwa pekerjaan terus dilanjutkan.Meskipun penyesuaian anggaran mungkin terjadi pada tahun 2026, pembangunan tetap akan difokuskan pada pekerjaan bersifat makro. Menurut perencanaan, setelah tahap kedua rampung di tahun 2025, pekerjaan akan dilanjutkan di tahun 2026 untuk:Pemasangan atap stadion.Meneruskan pekerjaan site development.”Untuk pemasangan atap stadion tetap kita upayakan bisa dikerjakan di 2026,” ujarnya.
Program prioritas lain, yakni revitalisasi Pasar Ngadiluwih, juga terus berjalan tanpa adanya penyesuaian anggaran sebagai imbas kerusuhan. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menyatakan bahwa penyelesaian pasar ini menjadi atensi Mas Dhito agar pedagang yang saat ini menempati Tempat Penampungan Pedagang Sementara (TPPS) dapat segera pindah.”Sesuai time schedule dan arahan Mas Bupati supaya para pedagang dapat segera pindah, insyaallah di 2026 teman-teman pedagang sudah bisa bergeser dari TPPS ke pasar yang baru ini,” pungkas Tutik.(adv)











