Probolinggo – Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo untuk memperkuat sinergi pembangunan hingga tingkat desa. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Penguatan dan Sinergitas Program Kerja Bupati Probolinggo Menuju Desa Inovatif Berdaya Saing yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Jum’at (13/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti, segenap Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat se-Kabupaten Probolinggo serta diikuti oleh seluruh Kepala Desa se-Kabupaten Probolinggo.
Dalam sambutannya, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala desa yang telah hadir untuk bersilaturahmi sekaligus berkoordinasi dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, pemerintah desa memiliki peran strategis dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Sebagai pelayan masyarakat kita harus terus menjaga moralitas aparatur, meningkatkan keterampilan, integritas dan profesionalisme yang dibarengi dengan keimanan dan ketakwaan yang baik,” ujarnya.
Lebih lanjut Bupati Haris menjelaskan kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang baik, transparan dan akuntabel. Selain itu juga sebagai wadah pembinaan serta peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa.
Ke depan, aparatur desa diharapkan mampu meningkatkan kinerja, disiplin serta kemampuan manajerial dalam menjalankan roda pemerintahan desa.
“Pengelolaan Dana Desa ke depan harus semakin transparan dan akuntabel, salah satunya melalui penerapan transaksi non tunai melalui Siskeudes Link,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Haris juga menyampaikan sekilas perjalanan kepemimpinannya bersama jajaran Pemkab Probolinggo yang kini telah memasuki tahun pertama. Selama periode tersebut, Pemkab Probolinggo berhasil meraih sedikitnya 37 penghargaan dari berbagai tingkatan.
Rinciannya meliputi 1 penghargaan bertaraf internasional, 18 penghargaan tingkat nasional, 17 penghargaan tingkat provinsi serta 1 penghargaan regional.
Namun demikian, menurut Bupati Haris, berbagai penghargaan tersebut tidak akan memiliki arti besar apabila daerah masih dihadapkan pada berbagai tantangan, khususnya bencana alam yang berdampak pada infrastruktur dan kehidupan masyarakat.
“Penghargaan ini tidak ada artinya ketika wilayah kita masih berkutat dengan penanganan bencana alam. Hal ini banyak merusak jalan dan infrastruktur kita. Tapi Insya Allah saya ingin jika Bupati masih tetap semangat, maka rekan-rekan kepala desa juga harus tetap optimis dan semangat untuk membangun daerahnya masing-masing,” ungkapnya.
Pada momentum Ramadhan ini pula, Bupati Haris mengajak seluruh kepala desa untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun desa melalui berbagai kegiatan produktif, menjaga kondusivitas wilayah serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana di tengah kondisi cuaca ekstrem yang tidak menentu.
Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo Munaris menegaskan kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergitas antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan dan pemerintah daerah.
“Kedepan sinergitas antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan dan pemerintah daerah harus semakin solid. Dengan kolaborasi yang kuat, kita optimistis dapat mewujudkan desa-desa di Kabupaten Probolinggo yang inovatif dan berdaya saing,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti juga memaparkan terkait persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi Nasional 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga Agustus 2026.
Menurutnya, Sensus Ekonomi memiliki peran penting sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah. Tantangan kebijakan saat ini sebagian besar berada di tingkat daerah sehingga pemerintah daerah berada di garis depan dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata di berbagai sektor.
“Hasil Sensus Ekonomi ini nantinya akan menjadi data yang akurat sebagai dasar penghitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) serta menggambarkan perkembangan dunia usaha di daerah,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan berdasarkan hasil Sensus Ekonomi sebelumnya pada tahun 2016, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Probolinggo hingga tahun 2025 tercatat mencapai 5,34 persen dengan tren peningkatan setiap tahunnya.
Seiring dengan pertumbuhan tersebut, jumlah usaha di Kabupaten Probolinggo juga terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2016 tercatat terdapat 124.461 unit usaha, sementara pada pendataan awal tahun 2025 jumlahnya diperkirakan telah mencapai sekitar 126.972 unit usaha.
“Jumlah tersebut masih bersifat sementara. Angka pastinya akan diketahui setelah pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 selesai dilaksanakan. Kami memperkirakan jumlahnya akan terus meningkat seiring berkembangnya UMKM dan ekonomi kreatif di daerah,” jelasnya.













