Bupati Fawait Kirim Pesan Dini Hari untuk Para Penimbun BBM di Jember

Jember – Bupati Muhammad Fawait mengirimkan pesan untuk seluruh penimbun bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

“Kalau punya niat menimbun, untuk segera dibatalkan, karena harga BBM tidak akan pernah mengalami kenaikan dan stoknya aman,” kata Bupati Fawait, usai rapat koordinasi di Pendapa Wahyawibawagraha, Jember, Sabtu (7/3/2026) dini hari.

Menurut Fawait, ada tambahan 100 ribu liter BBM untuk Jember dari Pertamina, Jumat (6/3/2026). “Dan hari ini ada tambahan 300 ribu liter lagi,” katanya.

Tambahan dari Pertamina ini memastikan persediaan BBM di Jember akan cukup hingga usai lebaran. Sebelumnya, Sub Branch Manager (SBM) Pertamina JemberAndi Reza mengatakan, saat ini stok Pertalite di Jember 584 ton dan Pertamax 279 ton.

Pemkab Jember sudah bersepakat dengan Pertamina dan Kepolisian Resor Jember untuk menindak tegas siapapun yang membeli BBM untuk ditimbun.

“Kami akan menurunkan jajaran petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan, berkolaborasi dengan Polres Jember, untuk mengawasi pembelian di masing-masing SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum),” kata Fawait.

Petugas akan memperingatkan lebih dulu warga yang membeli BBM dengan indikasi menimbun. “Tapi kalau memang memaksa, kepolisian yang akan mengambil tindakan tegas sesuai peraturan berlaku, berkolaborasi di lapangan dengan Dishub dan Satpol PP,” kata Fawait.

Fawait memastikan pemerintah daerah bersama Pertamina dan kepolisian akan terus memantau lapangan hingga normal. “Kami memastikan semua akan kembali normal, karena memang tidak ada apa-apa. Stoknya aman dan melimpah,” katanya.

Sementara itu kondisi di lapangan menunjukkan situasi berangsur-angsur normal. Antrean di SPBU mulai berkurang jika dibandingkan pada Kamis (5/3/2026). Antrean panjang memang masih ditemui di sejumlah stasiun pengisiuan bahan bakar umum di kawasan perkotaan.

“Namun untuk di luar perkotaan, kondisi antrean tak sepanjang di kota. Kalau pun ada antrean, masih di dalam areal SPBU,” kata Bupati Fawait.

Kendati tren antrean mulai menurun, Fawait tetap mengantisipasi kepanikan yang berlangsung lebih lama, dengan mempersiapkan kebijakan yang memperbolehkan pegawai Pemkab Jember untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH). “Anak-anak sekolah juga kemungkinan belajar secara daring, karena ini juga momentum Ramadan,” kataya.