Berita  

Bencana Longsor Banjarnegara: 27 Warga Hilang, Pencarian Terus Berlanjut

Banjarnegara, 17 November 2025 – Bencana tanah longsor dahsyat melanda Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, pada hari Minggu (16/11/2025). Akibat peristiwa tragis tersebut, sebanyak 27 warga dilaporkan hilang dan belum diketahui keberadaannya hingga Senin (17/11/2025) sore.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Semarang, Budiono, mengonfirmasi data tersebut. “Data terakhir yang kami peroleh, masih ada 27 warga yang belum diketahui keberadaannya,” ujar Budiono. Ia menjelaskan bahwa fokus utama tim gabungan saat ini adalah operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban yang tertimbun material longsor. Operasi pencarian direncanakan akan kembali dilanjutkan pada Selasa (18/11/2025).

Kesaksian Korban Selamat

Salah satu korban selamat, Wastinah, menceritakan detik-detik mencekam saat ia berhasil menyelamatkan diri. Ia mengatakan harus berlari ke hutan untuk menghindari longsor setelah sempat berlindung di area pemakaman.

“Saya sempat berlindung di kuburan, terus lari ke hutan. Saya bersama rombongan. Habis itu kami dijemput petugas dibawa ke puskesmas dan ke pengungsian,” tutur Wastinah.

Wastinah dan warga terdampak lainnya mengaku bersyukur atas respons cepat dan bantuan darurat yang telah mereka terima, termasuk alas tidur, pakaian layak pakai, selimut, makanan, dan minuman. Namun, ia menyuarakan harapan agar pemerintah dapat memberikan solusi berupa hunian permanen yang aman dari risiko bencana. “Harapannya bisa punya rumah lagi, tapi bukan di situ,” ungkapnya.

Respons Cepat dan Bantuan Terpadu

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat dengan menurunkan bantuan logistik dan makanan bagi ratusan korban beberapa jam setelah kejadian. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan bantuan dari provinsi telah dikirim sejak hari pertama peristiwa terjadi.

Setelah menemui warga yang mengungsi di Kantor Kecamatan Pandanarum, Gubernur Luthfi menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara terpadu. “Tim gabungan saat ini fokus pada pencarian warga yang menyelamatkan diri masuk ke hutan. Penanganan sudah dilakukan secara terpadu sejak informasi bencana diterima,” kata Luthfi.

Gubernur juga menjanjikan bahwa hunian sementara bagi warga terdampak akan disiapkan dalam waktu tiga hari ke depan, serta memastikan kebutuhan logistik, pangan, peralatan tidur, hingga obat-obatan telah disiapkan.

Distribusi Logistik dan Dapur Umum

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Provinsi Jawa Tengah, Didik Prawata, melaporkan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim dan bantuan logistik senilai total ratusan juta rupiah ke Banjarnegara.

“Hari ini kami membantu beras 2 ton, dan juga untuk barang-barang logistik sekitar senilai Rp 239.000.000,” ujar Didik.

Dinsos Jateng juga mendirikan dapur umum di area Kantor Kecamatan Pandanarum. Hingga Senin, dapur umum telah membagikan 1.000 paket nasi bungkus pada pagi hari dan 1.200 paket pada siang hari. Logistik dan makanan didistribusikan ke empat titik pengungsian. Upaya penanganan ini akan terus dilakukan bersama Pemkab Banjarnegara dan pemerintah pusat hingga kondisi membaik dan stabil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *