Babinsa Gadungan di Ngadiluwih Kediri Melakukan Penipuan kepada Warga

Kediri (cokronews.com) —- Kejadian tidak mengenakkan baru saja menyasar keluarga besar Koramil 0809/07 Ngadiluwih. Pasalnya, belum lama ini ada orang yang mengaku sebagai Babinsa Dukuh, Ngadiluwih. Orang tidak dikenal itu mencatut sosok Babinsa untuk melakukan tindak penipuan, Kamis (14/3/2024).

Berdasarkan data yang dihimpun, pelaku mengaku bernama Prastio Karim. Namun, setelah ditelusuri, tidak ada nama tersebut dalam jajaran Koramil Ngadiluwih. Dipastikan, orang tersebut merupakan penipu.

“Sama sekali bukan dari Koramil Ngadiluwih. Hanya orang lain yang menggunakan Foto Profil orang berseragam TNI,” terang Danramil 0809/07 Ngadiluwih Kapten Inf Nanang Mashyuri saat dikonfirmasi.

Aksi penipuan tersebut sedikitnya menyasar tiga orang penjual makanan di wilayah Ngadiluwih. Itu diketahui setelah ada tiga korban yang melapor ke Koramil 0809/07 Ngadiluwih. Para korban mengaku mendapat order fiktif dari seorang yang mengaku sebagai Babinsa tersebut.

Para korban mengaku ditelpon orang tak dikenal. Pelaku berdalih memesan bakso, nasi pecel, dan lalapan bebek. Masing-masing 150 porsi. Pelaku meminta pesanan tersebut diantar ke Koramil 0809/07 Ngadiluwih karena ada acara kantor. Padahal, itu semua hanya dalih belaka.

Pelaku lantas mengaku telah membayarkan sejumlah uang kepada para korban tersebut. Namun, pelaku berdalih uang yang ditransfer kelebihan. Sehingga pelaku meminta kembalian kepada korban. Beruntung, korban tak langsung percaya. Mereka berusaha mengonfirmasi dahulu ke Koramil 0809/07 Ngadiluwih.

Nanang menegaskan bahwa jajarannya langsung menyatakan bahwa pihaknya tidak mengadakan acara. Pun tidak tahu-menahu dengan sosok dan orderan fiktif tersebut. Dia memastikan bahwa hal itu murni tindak penipuan.

“Para babinsa langsung menginformasikan kepada kepala desa masing-masing untuk mengimbau kepada warga supaya berhati-hati terhadap bentuk penipuan,” terang Nanang.

Nanang menyebut, pelaku mencomot foto seorang Babinsa dari luar kota. Menurutnya, kejadian semacam ini juga pernah terjadi di koramil lain.

“Apabila ada yang pesan dengan jumlah tidak wajar, serta mengatasnamakan anggota koramil agar klarifikasi dulu kebenarannnya,” tandasnya.
Sementara itu, Kapolsek Ngadiluwih AKP Agung Saifudin melalui Kanit Reskrim Aipda Deni Hermanto menyebut belum ada laporan terkait itu. Namun setelah pihaknya diberitahu, tim reskrim langsung melacak nomor telepon itu.

“Pelaku bukan orang Kediri, titik nomor ini terlacak di sekitar Mojokerto,” terangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *